Tahun ini dialokasikan khusus untuk 60 mahasiswa,"

Banjarbaru (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Studi (Prodi) Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dipercaya pemerintah mengelola beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) senilai Rp14,5 miliar untuk mahasiswa terpilih demi mencetak generasi unggul di bidang kelapa sawit.

"Tahun ini dialokasikan khusus untuk 60 mahasiswa," kata Dekan Fakultas Pertanian ULM Prof Akhmad Rizalli Saidy di Banjarbaru, Kamis.

Dia menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas konsistensi kepercayaan yang diberikan oleh BPDP kepada ULM.

Kepercayaan di tahun kedua ini membuktikan Fakultas Pertanian ULM dinilai sukses dan memiliki komitmen tinggi dalam mencetak kader perkebunan yang kompeten. 

Rizalli menyebut kolaborasi dengan BPDP ini adalah bagian nyata dari kontribusi ULM untuk memperluas kesempatan pendidikan tinggi berkualitas serta menyiapkan SDM unggul yang siap memajukan dan memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia ke tingkat global.

Program beasiswa sumber daya manusia kelapa sawit (SDM PKS) merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi oleh BPDP di bawah Kementerian Keuangan.

Pada tahun ini, sebanyak 42 lembaga penyelenggara pendidikan tinggi di seluruh Indonesia yang digandeng untuk mendukung program pengembangan SDM perkebunan. 

ULM menjadi salah satu representasi utama di wilayah Kalimantan Selatan yang siap mengawal program strategis ini.

ULM bersama sejumlah perguruan tinggi saat penandatanganan kerja sama beasiswa BPDP di Jakarta. (ANTARA/HO-HumasULM)

Ketua Jurusan Agroekoteknologi ULM Dr Untung Santoso menyatakan kesiapan penuh dari aspek akademik maupun fasilitas penunjang guna menyambut ke-60 mahasiswa baru penerima beasiswa.

Secara kurikulum, materi pembelajaran hingga fasilitas praktikum lapangan, Jurusan Agroekoteknologi ULM telah siap 100 persen. 

ULM telah mendesain ekosistem belajar yang komprehensif agar 60 mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan taktis di lapangan. 

"Kami ingin memastikan mereka lulus sebagai profesional kelapa sawit yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan teknologi masa depan," tegasnya.

Dia menambahkan, program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan mendesak industri kelapa sawit nasional akan hadirnya tenaga ahli muda yang inovatif, berwawasan keberlanjutan (sustainability), dan memiliki integritas tinggi demi menjaga posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit utama dunia.



Pewarta: Firman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026