Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalsel Hermansyah di Banjarmasin, Rabu, sekembali komisinya melakukan studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
"Kita patut mencontoh pemerintah DIY dalam melakukan perlindungan dan pembinaan terhadap keberadaan pasar dan pedagang tradisional di daerah mereka," lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
"Sebagai contoh dalam melakukan perlindungan dan pembinaan terhadap pasar dan pedagang tradisional, pemerintah DIY membuat peraturan daerah (Perda) sebagai payung hukumnya," demikian Hermansyah.
Sementara itu Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Burhanuddin mengaku, cukup terkesan dengan sistem perlindungan dan pembinaan terhadap pasar dan pedagang tradisional di DIY tersebut.
Karenanya ke depan komisinya juga bermaksud membuat Perda inisiatif, guna melindungi dan pembinaan terhadap keberadaan pasar-pasar dan pedagang tradisional, ujarnya menjawab ANTARA Kalsel.
Ia mencontohkan, dalam upaya melindungi dan membina pasar-pasar dan pedagang tradisional tersebut, pemerintah DIY membuat aturan terhadap para investor yang mau membangun pasar modern, seperti mal.
"Aturan tersebut antara lain berisikan, agar keberadaan pasar modern atau mal jangan sampai mematikan pasar dan pedagang tradisional," ungkapnya.
Wakil rakyat dari PBR yang bergelar insenyur tersebut juga berharap, pemerintah kabupaten/kota di provinsinya melakukan penataan sebaik mungkin terhadap pasar-pasar tradisional yang sudah ada.
"Misalnya Pemkab/Pemko setempat bersama elemen masyarakat lainnya berupaya bagaimana cara agar pasar tradisional tersebut jangan sampai kumuh dan semrawut," tuturnya.
Selain itu, yang juga tak kalah pentingnya faktor keamanan dari pasar tradisional tersebut, lanjut politisi Partai Bintang Reformasi (PBR) tersebut.
"Faktor keamanan, serta ketidakkumuhan itu bukan saja membuat kenyamanan pedagang itu sendiri, tapi juga pengunjung (pembeli), sehingga orang senang datang untuk berbelanja," lanjutnya.
Nilai tambah lain dari ketidakkumuhan serta terjaminnya keamanan pasar tradisional tersebut, bisa menjadi sasaran wisatawan, baik domestik maupun nusantara dan mancanegara, demikian Burhanuddin. C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.