Menurut Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Perikanan dan Peternakan (PTPHPP) setempat, Tuhalus di Paringin, ibu kota Balangan, Selasa, pihaknya melakukan pengawasan yang ketat terhadap ternak sapi yang masuk dari luar daerah.
"Lalu lintas dan distribusi keluar masuknya ternak sapi terpantau dengan baik dan kita juga melakukan kunjungan serta pemeriksaan langsung ke peternak dan rumah jagal," ujarnya.
Ternak sapi yang ada pada peternak dan rumah jagal telah di periksa kondisi fisik dan kesehatannya sehingga keamanan hewan-hewan itu untuk di konsumsi bisa di jamin.
Ia mengatakan, pengawasan yang sulit dilakukan apabila ternak sapi untuk kurban yang di beli langsung oleh masyarakat dari luar daerah tanpa adanya koordinasi dengan pihak mereka.
"Untuk ternak sapi yang di datangkan langsung oleh masyarakat perorangan kami tidak bisa menjamin tetapi dapat dipastikan juga bebas dari penyakit," katanya.
Ia menambahkan, hal tersebut dapat dipastikan karena setiap ternak sapi yang masuk dari luar daerah harus dilengkapi surat keterangan atau sertifikat sehat dari daerah asal.
"Ternak sapi yang masuk ke Balangan haruslah memiliki sertifikat bebas penyakit dari instansi berwenang setempat dan begitu pula dengan yang akan di bawa ke luar daerah," katanya.
Bidang Peternakan Dinas PTPHPP pada satu minggu menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha akan melakukan kegiatan sosialisasi kepada peternak, rumah jagal serta masyarakat.
Sosialisasi yang dilakukan meliputi tata cara penyembelihan, penanganan, penyimpanan daging yang baik dan benar serta kategori hewan yang memenuhi syarat untuk dijadikan kurban. C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.