Semua orang boleh berbeda pandangan. Namun jadikanlah perbedaan itu laksana bunga mawar yang tumbuh di Indonesia RayaBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Memperingati hari wafatnya Haji Maming bin Rahing, ayahanda mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani, selain dibanjiri ribuan
warga juga dihadiri para tokoh ulama.
Haul yang berlangsung di Jalan Cappa Padang, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu itu, diawali dengan Shalat Magrib berjamaah yang diimami Ketua MUI Kalsel KH Husin Nafarin.
Usai Shalat Magrib, dilakukan Sholat Hajad dipimpin Guru Abdul Gaffar Siddiq, pimpinan Pondok Pesantren Datuk Kalampayan, Pagatan.
Sementara Tausiyahnya oleh Habib Jindan bin Novel dari Jakarta dan Sholat Isya bertindak sebagai imam Ketua MUI Tanah Bumbu KH Fadi Muis. Sedangkan pembacaan doanya oleh Guru Kaspul Anwar bin Syarwani Abdan dari Bangil, Jawa Timur.
Puncak prosesi haulnya sendiri menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama tim hadrahnya, Ahbabul Mustofa, Yogyakarta.
Sedangkan ceramah agama disampaikan KH M Zhofaruddin atau akrab disapa Guru Udin dari Samarinda, Kalimantan Timur.

"Semua orang boleh berbeda pandangan. Namun jadikanlah perbedaan itu laksana bunga mawar yang tumbuh di Indonesia Raya," tutur Ketua Yayasan Haji Maming Enam Sembilan itu.
Sementara di sela-sela jeda Sholawat bersama Habib Syech dan hadrahnya, Guru Udin dalam ceramahnya mengajak umat yang hadir untuk memperbanyak shalawat jika ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Pewarta: FirmanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026