Omzet yang diperoleh pedagang batu permata di pertokoan Cahaya Bumi Selamat Martapura, Kalimantan Selatan, memasuki minggu ketiga Ramadan masih menurun.


Salah seorang pemilik toko, Wahyu, Selasa mengatakan, penurunan omzet terjadi sejak awal Ramadan seiring berkurangnya pengunjung dan pembeli di pusat pertokoan permata terbesar di provinsi Kalsel tersebut.

"Pengunjung mulai sepi sejak awal Ramadan dan hingga sekarang masih belum banyak pengunjung yang datang sehingga omzet penjualan menurun," ujar pemilik toko "Mitra Permata" itu saat ditemui di tokonya.

Ia mengatakan, omzet yang diperoleh pada hari biasa sebelum Ramadan bisa mencapai jutaan rupiah per hari, tetapi sejak memasuki Ramadan menurun hingga hanya sebesar ratusan ribu rupiah.

Dijelaskan, kondisi itu memang biasa terjadi setiap tahun selama bulan Ramadan karena masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok terutama pangan untuk keperluan buka puasa maupun sahur.

"Selama bulan Ramadan kondisi itu memang biasa terjadi karena masyarakat lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok dibanding membeli batu permata atau perhiasan lainnya," ungkap dia.

Namun, kata dia, seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri biasanya pengunjung kembali ramai terutama mereka yang berasal dari luar Kalsel dengan tujuan membeli permata maupun aksesoris untuk dijadikan oleh-oleh.

"Pembelinya kebanyakan orang luar Kalsel yang bekerja atau bermukim di Kalsel dan berencana pulang kampung sehingga datang ke sini membeli permata maupun aksesoris untuk oleh-oleh," ujarnya.

Pemilik toko lain, Haji Ahmad mengatakan, sepinya pengunjung membuat beberapa pemilik toko menutup tempat usahanya tetapi akan buka kembali menjelang lebaran seiring meningkatnya pengunjung.

"Pemilik toko sengaja tutup karena pembeli sepi, tetapi mereka pasti buka lagi menjelang lebaran karena pengunjung kembali ramai dan penjualan permata maupun aksesoris juga meningkat," katanya.

Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura yang terletak di Jalan Ahmad Yani Km 40 Martapura depan Kantor Bupati Banjar merupakan pusat penjualan permata terbesar dan terlengkap di Provinsi Kalsel.

Selain menjual batu permata atau disebut intan yang sudah diolah menjadi perhiasan baik cincin, gelang maupun kalung itu, juga banyak dijual aksesoris berbahan batu-batuan khas Kalimantan seperti batu akik.

  Bagi orang luar Kalsel, tidak lengkap rasanya jika datang ke provinsi setempat tetapi tidak mengunjungi pertokoan yang jumlahnya mencapai ratusan buah dengan menjual permata maupun aksesoris lainnya/Zal/D.


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026