Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera membangun jalan tol dari Banjarmasin menuju Banjarbaru untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah di Kota Banjarmasin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan Arsyadi di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, saat ini perjalanan dari Banjarmasin menuju Bandara Syamsudin Noor tidak lagi bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.
Hal itu terjadi karena kemacetan yang terjadi di dalam kota Banjarmasin sudah parah dan harus segera mendapatkan solusi.
Selain itu, tambah dia, arus lalu lintas dari Kota Banjarmasin menuju luar kota juga semakin padat kendati belum terjadi kemacetan, namun jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak.
Dengan demikian, tambah dia, kecepatan mobil tidak bisa laju seperti tahun-tahun sebelumnya. "Makanya kini dari Banjarmasin menuju Bandara tidak lagi bisa ditempuh 30 menit, tetapi minimal satu jam atau 45 menit, pada siang hari," katanya.
Menurut dia, untuk membangun jalan tol tersebut, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan proses pembebasan lahan hingga desain jalan.
"Kemungkinan kami juga akan ikut menanam saham untuk pembangunan jalan tersebut, dan itu tidak akan jadi masalah," katanya.
Selain pembangunan jalan tol untuk memecah kemacetan, Pemprov juga sedang melakukan proses untuk pembangunan jalan layang di jalan Gatot Subroto sehingga kemacetan dalam kota juga bisa diurai.
"Saat ini sebagian besar jalan di Kalsel sudah cukup bagus, perbaikan dan pemeliharaan pun sudah lebih ringan karena kualitas pembangunan jalan bisa ditingkatkan, sehingga kini lebih leluasa untuk membangun jalan baru," katanya.
Pengamat ekonomi nasional Cyrillus Harinowo Hadiwerdoyo mengatakan pembangunan infrastruktur adalah syarat mutlak untuk pembangunan perekonomian suatu daerah agar berjalan lebih cepat.
"Pemerintah daerah atau provinsi harus lebih kreatif untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur terutama jalan, karena dampak ekonominya akan sangat luar biasa," katanya.
Hanya dengan infrastruktur yang baik, ekonomi masyarakat akan lebih cepat berkembang dan murah, katanya/B/D.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.