Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kurdiansyah di Banjarmasin, Jumat, mengatakan, wacana kebijakan pemerintah pusat memberikan kesempatan TKI memilih sendiri terminal dan bandara pemulangan sangat tepat.
Hal itu, kata dia, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang selama ini sering menimpa TKI saat diterminal kedatangan yang dipusatkan di Bandara Soekarno Hatta.
"TKI kan banyak yang dari daerah dan belum berpengalaman dikota sehingga sering menjadi sasaran empuk pelaku tindak kejahatan," katanya.
Bila kebijakan tersebut benar-benar ditetapkan maka segera dilakukan persiapan dan koordinasi dengan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang ada di Kalsel.
Saat ini di Kalsel terdapat 17 perusahaan PJTKI yang merupakan cabang dari PJTKI Jakarta.
Dari seluruh cabang kantor PJTKI tersebut, kata dia, hingga kini operasionalnya masih cukup bagus dan bisa dipertanggungjawabkan.
Total TKI asal Kalsel yang kini bekerja di berbagai negara terutama di Saudi Arabia dan Malaysia mencapai 6 ribu orang.
Khsusus 2010, kata dia, telah diberangkatkan sekitar 400 orang. "Kita tidak bisa menargetkan berapa orang tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke berbagai negara, karena harus memantau perkembangan dan kondisi keamanan masing-masing negara tujuan," katanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.