Tim Aksi Bersama atau Akbes Kalimantan Selatan melakukan "penyisiran" tempat hiburan malam di Banjarmasin, Sabtu, terutama dalam kaitan jarak dengan tempat ibadah, seperti masjid.

"Kami sudah mendatangi sejumlah masjid di Banjarmasin, yang diperkirakan tidak jauh dengan tempat hiburan malam (THM), antara lain Masjid Al Jihad dan Masjid At Taqwa," ujar Koordinator Tim Alsi Bersama (Akbes) Kalsel, S Imam, di sela-sela penyisiran tersebut.

Beberapa THM di "kota seribu sungai" Banjarmasin, yang jaraknya kurang dari 500 meter dengan masjid, antara lain Nasa dan THM yang terdapat di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI).

Padahal berdasarkan ketentuan, keberadaan THM tersebut berjarak dengan masjid minimal 500 meter agar tidak mengganggu kekhusukan orang-orang yang melaksanakan ibadah.

Oleh karenanya, Tim Akbes Kalsel yang menggunakan slogan "Bersama Kita Wujudkan Indonesia Bebas Narkoba 2015" itu, membuat pernyataan sikap, antara lain meminta, jika perlu Perda THM dicabut, sebab tidak bermanfaat terhadap kegiatan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, keberadaan THM tersebut cenderung sebagai tempat maksiat atau melakukan perbuatan yang tidak berakhlak/bermoral, karena tempatnya yang seakan memberi peluang, seperti keadaan remang-remang.

Karena itu pula, tentang kegiatan THM dan tempat-tempat maksiat lain, seharusnya mendapat perhatian khusus dari para pejabat pemerintah setempat, seperti menolak pengajuan izin baru THM tersebut.

Begitu pula para aparatur penegak hukum, seperti polisi dan jaksa agar bekerja lebih profesional dan tegas dalam melaksanakan tugas, jangan terkesan "wani piro" (berani berapa)?

Sebab, menurut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamakan Tim Akbes itu, bila terjadi kesan wani piro, maka pelanggaran hukum khususnya terhadap kegiatan di THM yang kerap terjadi dan tidak semua tertangani dengan baik sampai tuntas.

Pencabutan dan penolakan izin baru THM tersebut, guna menjaga citra Kota Banjarmasin khususnya dan Kalsel pada umumnya, yang dikenal sebagai daerah religius, lanjut Tim Akbes Kalsel.

"Sebab jika tanpa perhatian khusus dan lebih serius, dikhawatirkan Kota Banjarmasin akan terjenal sebagai kota Narkoba. Lalu dimana moral para penghuni, dan apa kita biarkan kota tercinta jadi hancur," ujar pegiat LSM itu./D


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026