Untuk pembuatan kalung kurang lebih sekitar dua minggu bahkan lebih tergantung tingkat kesulitan model perhiasan yang diinginkan
Batulicin (ANTARA) - Pemilik toko emas Wanda B di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Alfian (38) meraih omset sekitar Rp1 miliar lebih selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.
"Alhamdulillah momen Ramadhan tahun ini jumlah pembeli perhiasan di toko kami meningkat hingga 70 persen atau Rp1 miliar lebih dibandingkan pada bulan sebelumnya," kata Alfian di Batulicin, Sabtu.
Dia mengatakan, kadar emas atau perhiasan yang dijual cukup bervariasi, ada kadar 37,5 persen hingga kadar 99,9 atau sering disebut warga lokal "emas pol".
Perhiasan emas pol lebih banyak dimintai calon pembeli, bahkan pada momen ini jumlah perhiasan yang terjual kurang lebih mencapai tiga ons lebih.
Banyak jenis dan bentuk perhiasan yang disediakan oleh Alfian, mulai dari kalung, cincin, gelang, anting, liontin dan jenis emas batangan.
Harganya bervariasi, sesuai kadar emas yang tersedia, bahkan yang bersangkutan juga membuka jasa pesanan pembuatan perhiasan sesuai dengan selera calon pembeli atau model yang diinginkan. Pada momen itu kurang lebih ada sepuluh orang yang memesan pembuatan perhiasan sesuai selera yang diinginkan.
"Untuk pembuatan kalung kurang lebih sekitar dua minggu bahkan lebih tergantung tingkat kesulitan model perhiasan yang diinginkan," tutur Alfian.
Baca juga: DPRD: THM nakal harus ditutup permanen
Harga "emas pol" atau perhiasan kadar 99,9 persen pada Ramadhan ke 27 mencapai Rp2.600.000/gram, pada waktu itu harganya lebih murah Rp50.000/gram dibandingkan sebelum Ramadhan.
Dia mengakui, harga emas tidak bisa dipastikan setiap bulan akan bertahan atau naik, bahkan dengan adanya perang di beberapa negara juga mempengaruhi harga emas di wilayah Indonesia khususnya di Tanah Bumbu.
"Kami menjalankan menjalankan bisnis ini sudah tujuh tahun, rata-rata omset penjualan/bulan kurang lebih mencapai Rp1 Miliar lebih," terang Alfian.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026