Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin membekuk tiga kawanan penjambret yang biasa melakukan aksinya pada malam hari di seputaran kota setempat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Roy Satya Putra SH Sik di Banjarmasin, Senin membenarkan, anggotanya dari Unit Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal membekuk kawanan kawanan penjabret yang digelari "raja tega" itu.

Saat ini ketiga pria pengangguran itu sudah dilakukan pemeriksaan secara terpisah satu sama lainnya oleh pihak penyidik untuk mengungkap apakah ada jaringan di belakangnya.

Bukan itu saja, ketiga orang penjambret itu berhasil dibekuk berkat adanya laporan dari korban bernama Anita Herlina (19) yang ke jambretan tas nya beberapa waktu lalu di kawasan jalan Kuin Banjarmasin Barat, Minggu (24/6) sekitar pukul 20.00 wita.

Atas laporan dari korban itu polisi menangkap ketiga pelaku saat asyik main bilyar di rumah bilyar Bola Mas di jalan Pangeran Antasari pada Senin (26/6) sekitar pukul 19.00 wita.

Untuk ketiga pria raja tega itu diketahui berinisial MS alias Arsad (20) dan JN alias Jun (19) keduanya warga Ganda Pura Rt 44 Banjarmasin Selatan, serta satu teman mereka HN alias Hendra (21) warga jalan Teluk Dalam gang 20 Banjarmasin Barat.

"Mereka bertiga memang sudah termasuk spesialis jambret dan sering melakukan aksinya di seputaran Kota Banjarmasin, untuk kali ini baru tertangkap dan akan kita proses sesuai aturan hukum" terang pria gemar otomotif itu.

Hasil penyidikan sementara ketiga pelaku itu sudah resmi sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, serta perbuatan mereka dijerat dengan pasal 363 Kita Undang-Undang Hukum Pidana.

Sementara itu atas pengakuan ketiga pelaku yang sempat diwawancarai ANTARA, mereka baru melakukan aksinya sebanyak tiga kali dan tidak lebih dari itu dan hasil dari menjabret itu dibagi rata.

Alasan menjambret karena tidak memiliki pekerjaan tetap dan tidak ada uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari terutama buat makan dan beli rokok.

Mereka juga menuturkan bahwa melakukan aksi penjabretan itu di jalan Gubernur Subarjo dan Jalan Kuin Selatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin, kebanyakan sering merampas tas pengendara perempuan pada malam hari disaat jalan sedikit sepi.

"Aku hanya sebagai joki dan sedangkan Jun sebagai eksekotar yang merampas tasnya, sedangkan Hendra juga joki pengganti, hasil kita bagi rata," ucap Arsad dengan wajah tertunduk karena nyesal bakal berakhir di balik jeruji besi. C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026