"Kami berupaya menanamkan sikap peduli lingkungan yang salah satunya melalui lomba menggambar dan mewarnai tingkat TK dan SD," ujar Kabid Penataan Lingkungan BLH Banjar, Agus Syarif di Martapura, Senin.
Ia mengatakan, lomba yang dilaksanakan Senin pagi di lapangan Pertokoan Cahaya Bumi Selamat Martapura itu diikuti puluhan murid TK dan SD yang tersebar di kabupaten setempat.
Selain murid TK dan SD, juga digelar lomba reduce, reuse dan recyle (3R) tingkat SMP dan SMA berupa lomba memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai atau limbah menjadi barang yang bisa digunakan kembali.
"Peserta yang mengikuti lomba mencapai ratusan orang berasal dari 200 TK, 36 SD dan 6 SMP ditambah peserta dari SMA yang turut ambil bagian pada lomba tersebut," ungkapnya.
Dikatakan, tema yang diambil dalam lomba memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu adalah "ekonomi hijau rubah perilaku, tingkatkan kualitas lingkungan".
Dijelaskan, tema tersebut menyoroti dua hal, pertama ekonomi hijau yang dinilai penting untuk mewujudkan masa depan bagi generasi muda agar lebih cerah dan semakin baik.
Kedua, setiap orang atau individu, pemerintah, swasta maupun masyarakat sipil merupakan komponen penting dalam mewujudkan ekonomi hijau sehingga diharapkan mampu merubah perilaku yang peduli terhadap lingkungan.
"Tema tersebut erat kaitannya dengan Tahun Internasional Energi Terbarukan untuk Semua yang ditetapkan PBB sekarang sehingga melalui kegiatan mampu menumbuhkan peran aktif masyarakat terhadap lingkungan," ujarnya.
Ditambahkan, peserta lomba yang terdiri dari anak-anak dan remaja itu melihat dan menyadari betapa penting lingkungan hidup bagi kehidupan dan penghidupan mereka sehingga bisa menjaga dan melestarikannya.
"Tanpa kepedulian yang ditanamkan sejak usia dini, maka anak-anak tidak akan mengerti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan padahal mereka juga yang akan merasakan dampaknya kelak," kata dia.C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.