Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Resnawan, mengharapkan, Kabupaten Kotabaru pada usia ke-62 tahun, harus tumbuh dan berkembang menjadi daerah yang lebih "matang", baik dalam menyelenggarakan roda pemerintahan, melaksanakan pembangunan maupun dalam mensejahterakan masyarakatnya.

"Hampir saja lembaran sejarah pahit tercatat bagi perjalanan Kotabaru, setelah masuknya Pulau Larilarian ke Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melalui Permendagri No.43 Tahun 2011," ujar Wagub, Senin.

Namun, Mahkamah Agung masih berpihak pada Kabupaten Kotabaru, uji materi yang diajukan pemprov kalsel bersama Pemkab Kotabaru dikabulkan MA.

"Dengan dikabulkannya uji materi oleh MA itu, kita semua dapat bernafas lega, meski belum belum menerima salinan keputusan itu," tambah Wagub.

Agar pengalaman ini tidak terulang lagi, diharapkan Pemkab Kotabaru dapat memperhatikan dan menyimpan secara aman data-data kesejarahan," imbuhnya.

Selain itu, apabila Kotabaru dapat mengelola dengan sebik-baiknya sektor-sektor yang ada, maka tidak menutup kemungkinan kemiskinan dan pengangguran akan berkurang dan secara otomatis kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Pemkab Kotabaru juga harus berhati-hati dalam memberikan perijinan apapun bentuknya terutama yang berkaitan dengan alih fungsi lahan.

Besarnya jumlah alih fungsi pertanian ke sektor lain dalam beberapa tahun terakhir perlu mendapat perhatian semua pihak.

Apabial hal tersebut dapat dilakukan, sehingga dapat mendukung dan menjamin ketahanan pangan nasional, pungkasnya.


Tetap bertahan.

Semangat ribuan pengunjung puncak peringatan hari jadi Kotabaru ke-62 sedikitpun taktergoyahkan, meski hujan lebat disertai angin kencang tidak henti-hentinya mengguyur Kotabaru.

Salah satu pengunjung Adi Septiadi, mengatakan, ratusan pengunjung yang menyaksikan peringatan puncak HUT Ke-62 Kabupaten Kotabaru, berhamburan berlarian mencari tempat aman untuk berlindung.

Akibatnya acara terhenti sejenak, karena petugas khusus yang menjaga peralatan pengeras suara harus membenahi peralatan agar tidak terguyur air hujan, ujarnya.

Meski demikian, tanpa menggunakan pengeras suara, prosesi puncak HUT Kotabaru tetap berlangsung dengan menampilkan tarian-tarian kolosal.C



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026