Banjarmasin (ANTARA) - Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2027 defisit atau selisih kurang sekitar Rp400 miliar. 

Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman yang akrab dengan sapaan Hasnur mengungkapkan itu ketika menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2037 di Banjarmasin, Jum'at. 

Dalam rapat paripurna DPRD Kalsel yang dipimpin Ketuanya H Supian HK, Jum'at,. Wagub Hasnur mengungkapkan, pada KUA-PPAS APBD 2027, rencana pendapatan daerah Rp7,9 triliun dan belanja Rp8,211 triliun atau defisit lebih kurang Rp400 miliar. 

Sebagaimana kebiasaan, selisih kurang tersebut akan ditutupi dari pembiayaan tahun yang sedang berjalan, sehingga relatif tak ada masalah mendasar

Orang nomor dua di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel tersebut menerangkan prioritas pembangunan antara lain sektor pendidikan, kesehatan serta sarana prasarana penunjang pertanian dan lainnya. 

Baca juga: DPRD sepakat Raperda. PPA Kalsel 2025 jadi Perda

"Kesemua sektor tersebut seperti pertanian untuk memperkuat Kalsel sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) serta gerbang logistik Kalimantan," demikian Hasnur. 

Pada hari yang sama, DPRD Kalsel bersepakat menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (PPA) provinsi setempat Tahun 2025.

PPA 2025 terealisasi pendapatan daerah Rp11,18 triliun lebih atau 106,28 persen dari target dan belanja daerah Rp11,10 triliun lebih atau 8277 persen dari pagu. 

Mendampingi Supian HK memimpin rapat paripurna tersebut Wakil Ketua DPRD Kalsel H Kartoyo dan hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi setempat. 

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026