Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) "berduka" karena Hj Rosdiawati, istri dari H Rudy Resnawan yang kini menjadi Wakil Gubernur setempat, meninggal dunia.

Isteri dari orang nomor dua di jajaran Pemprov tersebut meninggal dunia dalam usia 45 tahun di RSCM Jakarta, Kamis malam karena sakit dan dikebumikan di Pemakaman Umum Guntung Loa Banjarbaru, sesudah shalat Jumat.

Ribuan kaum Mulsim menshalatkan jenazah, termasuk para pejabat tingkat provinsi antara lain Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor di Masjid Agung Al Munawarah, Jalan Trikora Banjarbaru (35 kilometer utara) Banjarmasin).

Pada hari yang bersamaan, Gubernur Kalsel kalah pada pengadilan tingkat pertama, yaitu Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin atas gugatan perusahaan pertambangan PT SILO dengan kuasa hukumnya Yusril Ihza Mahendra.

Dalam putusan majelis hakim pada PTUN Banjarmasin, 7 Juni 2018 menyatakan pencabutan izin tiga anak perusahaan pertambangan yang beroperasi di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru, Kalsel itu oleh gubernur setempat batal karena hukum.

Pasalnya menurut majelis hakim tersebut, surat keputusan pencabutan izin pertambangan di Pulau Laut Kotabaru atau kabupaten paling timur Kalsel itu tidak sesuai prosedur serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun Pemprov/Gubernur Kalsel melalui kuasa hukum menyatakan banding atas putusan Peradilan Tata Usaha Negara tingkat pertama tersebut guna mencari atau mendapatkan keadilan.

Sebelumnya lagi, Pemprov Kalsel gagal berjuang untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024, karena mayoritas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi se-Indonesia mendukung Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Kendati tidak menjadi tuan rumah PON 2024, Kalsel tetap berkinginan sebagai pelaksana pesta olahraga nasional yang cukup bergengsi tersebut, dan salah satu langkah akan segera membangun "sport center" di Banjarbaru.

Kekalahan dan kegagalan semua itu, tidak membuat Kalsel putus asa atau surut dalam berjuang, sebagaimana peribahasa daerah Banjar yaitu "waja sampai ka puting" (pengertian bebasnya, berjuang hingga akhir tanpa kenal henti/putus asa).
 

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026