Kepala Perkumpulan pelabuhan Klotok Yapahud Kalsel, Askani, Jumat mengatakan, bahwa pihaknya sudah berniat melakukan pemblokiran itu dan nantinya akan dilakukan secara dadakan.
Rencana pemblokiran itu nanti dilakukan disungai Barito Kalsel, tepat ditempat biasa tongkong yang berisikan batu bara itu melintas hingga beberapa kali.
Namun dia tidak menyebutkan harinya kapan akan memulai aksinya hanya saja kegiatan itu akan dilakukan secara dadakan saat beberapa tongkang yang berisikan batu bara melintas di sungai Barito.
"Kegiatan ingin melakukan pemblokiran itu sudah lama ingin dilakukan karena selama ini lalu lintas angkutan batu bara di sungai Berito dianggap sangat mengganggu," ucapnya.
Selain itu, keberadaan tongkang pengangkut batu bara itu diduga mengganggu arus lalu lintas disungai Barito dan retan terjadinya kecelakaan di sungai tersebut, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan diperairan yang diduga disebabkan oleh tongkang yang mengangkit batu bara itu.
Bukan itu saja, tongkang pengangkut batu bara itu juga diperkirakan telah mencemari lingkungan sekitar lalu lintas sungai Barito dengan debu batu bara yang sangat berbahaya bagi pengguna lalu lintas diperairan sungai Barito.
"Ada sekitar lebih kurang 40 klotok yang nantinya akan melakukan pemblokiran itu apabila masih saja ditemukan tongkong yang mengangkut batu bara melintas diperairan sungai Barito," terangnya.
Dengan adanya rencana ini diharapkan pemerintah setempat cepat mengambil tindakan dengan melarang angkutan batu bara melintas disunga Barito atau di arah dan dibuatkan jalur khusus agar tidak mengganggu arus lalu lintas disungai terbesar di Kalsel itu.
Namun apabila pemerintah setempat lamban dalam mengambil tindakan makan jangan salahkan masyarakat atau para pemilik klotok mengambil tindakan sendiri akibat merasa terganggu dengan keberadaan lalu lintas tongkang pengangkut batu bara itu.
"Semoga rencana kami ini cepat ditindak dilanjuti oleh pemerintah setempat sehingga tidak ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan suasan di alur sungai Barito tetap lancar dan kondusif," ungkapnya dengan penuh harapan.B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.