Pada Februari 2012 TPT di Kalsel tercatat 4,32 persen atau turun dibandingkan dengan Februari 2011, yang mencapai 5,62 persen, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi setempat, Iskandar Zulkarnaen, di Banjarmasin, Selasa.
Sementara angkutan kerja pada Februari 2012 tercatat 1,887 juta jiwa atau mengalami kenaikan sebesar 2,55 persen bila dibandingkan dengan Februari 2011 yang berjumlah 1,840 juta jiwa.
Sedangkan penduduk yang berkera pada Februari 2012 mencapai 1,806 juta jiwa atau mengalami penambahan sebesar 68.92 ribu jiwa dibandingkan dengan Februari 2011 yang berjumlah 1,737 juta jiwa.
Berdasarkan data BPS Kalsel tersebut, sektor pertanian paling banyak menyerap tenaga kerja, seperto pada Februari 2012 tercatat sebanyak 38,20 persen tenaga kerja diserap sektor pertanian.
Penyerapan tenaga kerja terbesar kedua di sektor perdagangan, yaitu sebesar 20,59 persen, ungkapnya kepada wartawan di Banjarmasin.
Untuk status pekerja di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel itu, masih didominasi oleh mereka yang bekerja di sektor informal, yaitu pada Februari 2012 sebanyak 63,20 persen pekerja di sektor informal.
Sebagian besar dari pekerja sektor informal tersebut berstatus berusaha sendiri 19,66 persen, berusaha dibantu buruh tidak tetap 18,92 persen, serta pekerja bebas dan pekerja tak dibayar 24,61 persen.
Kemudian pekerja di sektor formal tercatat 36,80 persen yaitu terdiri dari pekerja dengan status buruh/karyawan 33,35 persen dan status berusaha dibantu dengan buruh tetap 3,45 persen.
"Ke depan kita berharap, lapangan kerja semakin banyak terbuka dan TPT juga kian berkurang, terutama di Kalsel, sehingga dapat mengurangi permasalahan ketenagakerjaan," demikian Iskandar. /her/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.