Titian gantung yang menghubungkan Desa Aluan Mati-Aluan Mati Seberang di Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan putus diterjang banjir pada Jumat.
Banjir karena luapan air Kali Benawa yang terus mengalir ke Sungai Barabai, ibukota HST (165 km utara Banjarmasin) itu, disebabkan guyuran hutan lebat dalam dua hari terakhir di daerah hulu atau kawasan Pegunungan Meratus.
Camat Batu Benawa H Mukarram ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dia menambahkan, bencana banjir yang melanda wilayahnya itu tidak meminta korban jiwa kecuali kerugian materi seperti titian gantung yang putus.
"Selain itu, untungnya saat banjir tersebut warga tani di daerah aliran sungai (DAS) Kali Benawa sudah selesai panen padi sawah sehingga kerugian masyarakat tidak terlalu besar," ungkapnya menjawab ANTARA Banjarmasin lewat telepon selular.
"Mungkin karena luapan air Kali Benawa dan Sungai Batang Alai HST pada saat bersamaan sehingga membuat banjir bandang Sungai Barabai dan merendam ibukota kabupaten tersebut," kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.
Sedangkan luapan air Kali Benawa karena dua anak sungai di daerah hulunya, yaitu Batang Banyu Kiwa (Sungai Kiri) dan Batang Banyu Kanan (Sungai Kanan) dari Gunung Harungan dan Kindingan, yang merupakan kawasan Meratus, juga banjir secara bersamaan, demikian Mukarram.
Sementara itu, Muhammad Ilmi Muhran, warga Aluan Mati menerangkan, titian gantung yang terdapat di depan rumahnya tersebut sudah hampir putus karena terjangan banjir tahun lalu.
"Banjir ketika itu 2 Mei 2011 dan kini 4 Mei 2012, jadi setahun kemudian titian gantung yang hampir putus dan masih bisa dimanfaatkan warga untuk menyeberang akhirnya putus juga karena terjangan banjir," ujarnya.
Banjir Kali Benawa banyak membawa 'raba' (gumpalan potongan ranting dan pepohonan) sehingga terkena titian gantung dan menjadi beban tarikan arus air yang sangat deras.
"Kami berharap pembangunan titian gantung tersebut dari pemerintah daerah, cepat terealisasi, guna kelancaran hubungan masyarakat setempat yang mau bepergian ke desa lain atau Barabai," kata Muhran.
Batu Benawa, sebuah obyek wisata atau tempat rekreasi, yang terkenal di daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalsel, yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Selatan (HSS), Balangan, Tabalong dan HST./shn/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.