Sementara Pemprov kita selama ini dana bantuan untuk LUEP pada petani atau usaha pertanian tanaman pangan, terutama padi
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan mempelajari Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Kita perlu mempelajari tentang LUEP Sulsel," ujar Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan SAg sebelum pertemuan dengan wakil rakyat serta pejabat instansi terkait jajaran Pemprov Sulsel di Makassar, Kamis.

Pasalnya, tutur wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu, arah bantuan dana LUEP dari Pemprov Sulsel untuk membantu pengembangan usaha peternakan rakyat mereka.

"Sementara Pemprov kita selama ini dana bantuan untuk LUEP pada petani atau usaha pertanian tanaman pangan, terutama padi," lanjutnya menjawab Antara Kalsel.

"Kita ingin mengetahui sampai sejauhmana dampak positif dan negatif bantuan LUEP peternakan," ujar Suwardi yang juga Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kalsel tersebut.

Ia menyatakan, tidak tertutup kemungkin "Bumi Perjuangan Pengeran Antasari" Kalsel akan mencontoh "Bumi Ayam Jago Dari Timur" Sulsel dalam pemanfaatan/penyaluran dana bantuan untuk LUEP.

"Karena Kalsel yang selama ini masih mendatangkan ternak besar dari provinsi lain (termasuk asal Sulsel) juga memerlukan pengembangan usaha peternakan yang lebih meningkat lagi," ujarnya.

"Sedangkan yang namanya pangan, apalagi berbicara ketahanan atau kedaultan pangan, bukan cuma tanaman pangan serti padi, tetapi juga daging yang bersumber dari usaha peternakan," demikian Suwardi Sarlan.

Guna pemenuhan konsumsi daging penduduk Kalsel yang kini mencapai empat juta jiwa lebih dan tersebar pada 13 kabupaten/kota selama ini mendatangkan sapi antara lain dari Bali, Madura Jawa Timur (Jatim) dan Sulsel.

Begitu pula untuk kebutuhan ibadah qurban kaum Muslim Kalsel yang mencapai ratusan atau bahkan bisa ribuan ekor masih mendatangkan dari provinsi yang merupakan sentra peternakan sapi, di antaranya Bali, Madura dan Sulsel.

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026