External Relation PT Sebuku Sejakah Coal, Suyono Sutrisno di Kotabaru, Senin mengungkapkan, setelah investor asal China Wuhan Iron Stell Coprporation, manajemen kembali mendatangkan beberapa konsultan ke Kotabaru yang akan melihat dan mempelajari lokasi jembatan dan pelabuhan.
"Kedatangan mereka merupakan bentuk keseriusan perusahaan berinvestasi di Kotabaru," katanya.
Selain masalah lokasi, konsultan juga melihat sarana infrastruktur yang telah tersedia dan sarana pendukung lain sebelum investasi ditetapkan di Kotabaru.
"Karena manajemen memiliki beberapa daerah alternatif yang akan dijadikan lokasi pembangunan pabrik baja selain Kotabaru," katanya.
Namun demikian, lanjutnya, dia berharap Kotabaru tetap menjadi pilihan utama untuk lokasi pabrik yang terpenting pemerintah dan semua elemen masyarakat mendukung serta tersedia lahan 500 haktare untuk pembangunan pabrik.
Meskipun baru gambaran umum, kata dia, Kotabaru telah memiliki beberapa kelebihan diantaranya tersedia bahan baku biji besi (laterit), batu kapur (lemestone), perairan/pelabuhan cukup dalam dan ketersediaan air.
Khusus masalah air dan listrik, Suyono mengaku telah melakukan survei sungai di Tanjung Pengharapan dengan debit sekitar 400 m3 perdetik, sementara ketersediaan listrik perusahaan akan membangun pembangkit listrik tenaga uap kapasitas 100 MW.
Sebelumnya, perusahaan baja terbesar di China Wuhan Iron Stell Corporation berencana membangun pabrik baja di Kotabaru.
"Wuhan Iron Stell Corporation saat ini sedang tumbuh dengan pesat di China tidak menutup kemungkinan suatu saat akan terjadi kejenuhan oleh karena itu perusahaan berencana mengembangkan industri di luar negeri," kata Kepala Desain, Wang Qiu Fang.
Rencana pembangunan pabrik yang memiliki kapasitas lima juta metrik ton pertahun itu mendapatkan dukungan pemerintah dan semua elemen masyarakat di Indonesia khususnya di Kotabaru.
Wakil Bupati Kotabaru, Fatizanolo Saiago menjelaskan, Kotabaru membuka diri dan mendukung masuknya investor.
"Banyak hal yang dapat diperoleh perusahaan jika bersedia menanamkan modal di Kotabaru," katanya.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.