Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan setempat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tiga gedung budidaya sarang walet yang pengelolanya dinilai nakal.


Ketiga pengelola walet itu dianggap "nakal" karena tidak jujur melaporkan hasil panennya kepada Pemkot, kata Kepala Distakan Kota Banjarmasin, Doyo Pudjadi ketika bersama wartawan dalam Sidak tersebut, Rabu.

Ketiga lokasi sarang walet itu adalah di Jalan A Yani KM 1, daerah Pasar Binjai, dan sarang walet di wilayah Jalan Tembus Mantuil dekat Jembatan Basirih.

Target pertama bangunan sarang burung walet di Jalan A Yani KM 1 yang diketahui milik Pak Titius. Namun sayang, petugas Uji Petik Distakan yang dibantu Satpol PP juga TNI harus pulang tanpa hasil karena pintu sarang walet tergembok rapat.

Salah seorang karyawan memberitahukan, bahwa sang pemilik lagi berada di Jakarta, dan mereka tidak memiliki kuncinya.

"Maaf pak, bos kami lagi di Jakarta, kami tidak punya kuncinya." kata karyawan sarang walet tersebut. Melihat tidak kooperatif pemilik sarang walet itu membuat geram Kepala Distakan Doyo Pudjadi.

Dia pun melontarkan ancaman akan mencabut izin usaha sarang walet itu. Doyo menjelaskan, sidak mereka lakukan ke tempat ini karena sang pemiliknya mengaku nihil terus hasil penennya, dan itu dirasa tidak masuk akal.

"Makanya kita ingin mencocokkan ini, benar atau tidak laporan yang pengelola sarang walet disampaikan kepada kita," ujarnya.

Diungkapkan Doyo, kasus ketidak jujuran para pengusaha walet menyampaikan hasil panennya cukup banyak, termasuk dua sarang walet lagi yang mereka sidak hari itu.

"Ini peringatan bagi pengusaha sarang walet lainnya, tunggu saja gilirannya," cetusnya.

Sebab, kata Doyo, dari sekitar 267 buah sarang walet yang berizin ditambah sekitar 100 buah lagi yang tanpa izin, sekitar 80 persennya dicurigai tidak jujur melaporkan hasil panennya kepada Pemkot.

Namun berkat dua kali kegiatan sidak yang dilakukan, pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak walet mulai menggeliat, dari Januari hingga April ini sudah terkumpul sekitar Rp190 juta. "Nilai Rp190 juta masih jauh dari target tahun 2012 ini yang ditetapkan Rp1,5 miliar," katanya./D/D 




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026