Anggota Komisi III DPRD Kotabaru Asmail, Senin mengatakan faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri seperti kecerdasan, intelektual, kecemasan, kesiapan mental, bahkan kondisi fisik.
Bagi siswa yang memiliki keterbatasan kecerdasan intelektual tentu akan mengalami kesulitan menghadapi soal-soal UN yang diperuntukkan mereka yang normal dan di atasnya.
"Sekuat apapun mereka berusaha dan menyiapkan diri, tetapi karena memang dasarnya kecerdasan mereka terbatas akan sulit berhasil dengan baik," kata Asmail.
Menurut Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bahwa satu hal yang pasti dan patut kita sadari adalah bahwa tidak ada seorang pun mau memiliki keterbatasan kecerdasan intelektual ini tersebut.
Faktor kecemasan apabila ada dalam ambang tertentu akan mendorong siswa memiliki kekuatan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Namun apabila kecemasan ini berlebihan, karena terlalu banyaknya tekanan baik dari dalam diri dan terutama dari luar, maka akan berdampak negatif terhadap kesiapan mereka menghadapi UN.
"Tidak bisa dipungkiri kondisi fisik siswa yang tidak fit, sakit atau bahkan stress akan sulit menyelesaikan soal-soal UN yang membutuhkan konsentrasi penuh," ujarnya.
Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan belajar di rumah atau sekolah, lingkungan fisik tempat ujian berlangsung, fasilitas sarana dan prasarana serta teknis berkenaan dengan cara mengisi lembar jawaban.
Para siswa yang memiliki sarana dan prasarana yang memadai dan didukung oleh lingkungan fisik dan sosial yang baik, tentu akan memiliki peluang yang sangat besar untuk berhasil dalam UN.
Karena dengan faktor-faktor eksternal yang mendukung, mereka akan konsentrasi penuh mempersiapkan dan mengikuti UN, pungkasnya./suli/C
Pewarta: suliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.