Dua buah kapal yang modifikasi khusus pembersih sungai oleh seorang pengusaha di Banjarmasin ternyata diminati banyak pihak untuk membersihkan sungai.


Kapal modifikasi tersebut sudah efektif membersihkan sungai di Banjarmasin, kata Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Drainase Kota Banjarmasin, Ir Muryanta di balaikota Banjarmasin, Selasa.

Kedua kapal itu sudah diberi nama masing-masing untuk kapal keruk lumpur sungai disebut "kapal biuku," sedangkan kapal pembersih gulma dan sampah sungai disebut "kapal sapu-sapu," tambahnya lagi.

Menurut Muryanta, kapal hasil modifikasi tersebut sangat bermanfaat dalam upaya kota Banjarmasin mengembalikan fungsi-fungsi sungai mengingat sudah banyak sungai yang mati lantaran sidementasi dan sampah.

Melalui alat-alat modifikasi itu sungai-sungai kian dilebarkan didalami, sehingga begitu juga terhadap sungai yang mati akan dikeruk hingga kembali menjadi sungai yang hidup.

Menurut Muryanta kapal hasil modifikasi itu telah menyita banyak perhatian pemerintah kota lain di Indonesia, terutama untuk pembersihan sungai, bahkan pemerintah Kota Medan ingin membeli kapal modifikasi tersebut.

Begitu juga Pemerintah Kota Samarinda Kaltim juga berminat ingin membeli kapal tersebut, Sebab tambahnya, untuk mencari kapal keruk kecil yang mampu masuk ke sungai-sungai kecil seperti di Banjarmasin tidak ada yang jual.

Walau mencarinya hingga kenegara manapun, karena yang dikenal selama ini kapal keruk besar untuk pengerulan sungai-sungai besar atau permukaan sungai di laut. Kapal hasil modifikasi itu adalah kapal tongkang yang digabung dengan sebuah alat berat semacam eksavator.

 Karena bentuknya kecil hingga bisa masuk ke sungai kecil atau melewati jembatan kecil pula, makanya sangat cocok untuk wilayah perkotaan yang banyak sungainya.

Kapal tersebut tercipta setelah melihat kondisi sungai di Kota Banjarmasin, tercemar berat sidementasi lumpur, tanaman gulma, serta sampah rumah tangga dan industri. Akibat tercemar gulma dan sampah maka sungai di Banjarmasin menjadi kotor bahkan banyak yang menyempit dan mendangkal.

Untuk mengurangi endapan lumpur, serangan gulma khususnya tanaman enceng gondok maka Pemkot Banjarmasin menyiwa kapal hasil modifikasi itu .

"Kapal pembersih gulma dan sampah tersebut setiap hari bekerja, dan minimal 60 ton enceng gondok dan tanaman lainnya telah dibersihkan dari sungai per harinya," kata Muryanta./D/D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026