Walau belum ditemukan kasus positif difteri, tapi Kalsel dalam status waspada karena beberapa orang sudah dinyatakan suspect difteri saat ini,Banjarmasin (Antaranews Kalsel ) - Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mewaspadai penyebaran difteri yang diduga mulai ada di beberapa kabupaten dan kota di wilayah ini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhammad Muslim di Banjarmasin, Selasa, mengatakan saat ini telah ditemukan enam kasus suspect (dugaan) virus difteri dari Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru.
"Walau belum ditemukan kasus positif difteri, tapi Kalsel dalam status waspada karena beberapa orang sudah dinyatakan suspect difteri saat ini," katanya.
Berdasarkan data, kata dia, masyarakat yang terkena suspect difteri ini berasal dari Kota Banjarbaru sebanyak empat orang, Tabalong satu orang dan satu lagi dari Tanah Bumbu. Saat ini, para penderita dirujuk di rumah sakit RSUD Ulin Banjarmasin dan masih menjalani perawatan.
Namun demikian, kata dia, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, yang terpenting para orang tua melakukan antisipasi penyebaran difteri dengan mengenali gejala-gejala awal serangan difteri, dan segera berobat ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Gejala penyakit difteri awalnya berupa demam yang dialami pasien, kemudian diikuti dengan timbulnya selaput di kerongkongan yang menyebabkan tertutup dan tidak bisa bernafas.
Bakteri difteri ini juga bisa menyebabkan gangguan jantung dan syaraf yang membuat lemahnya otot-otot.
Bakteri penyebab difteri bisa dicegah melalui penyuntikan vaksin difteri, pertusis dan tetanus (DPT) sebanyak tiga kali pada anak di bawah usia satu tahun.
Selanjutnya, pada saat berusia satu sampai lima tahun, anak kembali dilakukan imunisasi ulang sebanyak dua kali dan dilanjutkan imunisasi ulang Dt/Td bagi pelajar yang diulang terus setiap sepuluh tahun termasuk orang dewasa.
Selain itu, tambah dia, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut, Dinkes juga menurunkan sejumlah petugas (surveyor).
Dinas Kesehatan Kalsel dua kali menyampaikan surat edaran kepada bupati/wali kota se Kalsel, agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan sosialisasi kepada masyarakat lebih dini.
Difteri sebenarnya pernah terjadi di Kalsel pada 2004 dan dilaporkan 11 warga meninggal dunia.
Menurut Muslim, selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga mengantisipasi potensi masuknya wabah difteri melalui pintu masuk darat, laut dan udara ke Kalsel dengan memperketat pemeriksaan warga yang masuk, terutama yang datang dari daerah KLB difteri.
"Kami telah meminta pihak berwenang melakukan tindakan pencegahan salah satunya memperketat pemeriksaan mereka yang masuk ke wilayah Kalsel," katanya.
Pihaknya juga mengimbau, pemkot dan pemkab untuk mengecek persediaan anti difteri serum dan apabila kosong, segera meminta pengiriman pasokan baru.
Pewarta: Ulul MaskuriahEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.