Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi di Kalimantan Selatan yang merupakan gabungan Kota Banjarmasin dan Kota Tanjung pada November 2017 sebesar 0,08 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel, Diah Utami di Kota Banjarbaru, Senin mengatakan, inflasi di Kota Banjarmasin sebesar 0,05 persen, sedangkan di Kota Tanjung inflasi mencapai 0,42 persen.

"Laju inflasi kumulatif di Banjarmasin Desember 2017 terhadap Desember 2016 sebesar 3,90 persen, sedangkan laju inflasi kumulatif di Kota Tanjung 1,84 persen," ucapnya.

Disebutkan, komoditas mengalami kenaikkan harga dengan andil inflasi tertinggi di Kota Banjarmasin antara lain bahan bakar rumah tangga, telur dan daging ayam ras, ikan gabus, dan roti.

Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain ikan nila, semangka, melon, terong panjang dan buah apel.

Ia mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami kenaikkan indeks harga yakni kelompok makanan jadi, minuman dan rokok dan tembakau sebesar 0,06 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,39 persen, kelompok sandang sebesar 0,52 persen, kelompok kesehatan 0,29 persen, dan kelompok transportasi 0,02 persen.

Sedangkan dua kelompok mengalami penurunan harga yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,51 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen.

Sementara, di Kota Tanjung komoditas yang mengalami kenaikkan harga dengan andil inflasi tertinggi antara lain daging ayam ras, bayam, tomat sayur, bawang merah dan ikan gabus.

"Komoditas di Kota Tanjung yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain beras, ikan kembung, buah apel, jeruk dan daun singkong," katanya.

Badan Pusat Statistik juga mencatat, indeks harga konsumen pada 82 kota tercatat 68 kota mengalami inflasi, dan 14 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Singaraja sebesar 1,80 persen.

Pewarta: Yose Rizal
: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026