Sebanyak 11 unit rumah di Desa Tengah di Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan rusak berat setelah diterjang badai.


Camat Pulau Sembilan, Jabir, Selasa mengatakan, pihaknya tidak tahu apakah itu badai ataukan angin topan yang pasti telah menyebabkan 11 rumah warga rusak berat. "Sebagian rumah tersebut atapnya terbang dan hilang sebagian yang lainnya dindingnya hancur juga hilang," katanya.

Akibat kerusakan tersebut, warga menderita puluhan juta rupiah. Sementara ini warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi di rumah warga yang lainnya.

"Sebagian besar mereka mengungsi di rumah keluarganya sambil memperbaiki rumahnya yang rusak," katanya.

Menurut Jabir, Desa Tengah merupakan salah satu desa yang rawan terjadinya bencana angin kencang dan badai. Desa tersebut berhadapan langsung dengan Laut Jawa sehingga berpotensi terjadinya peristiwa angin kencang. Jabir mengaku, hingga saat ini belum ditemukan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

 Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Pulau Sembilan kembali terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Akibat badai tersebut nelayan setempat hingga kini belum berani turun ke laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru Tri Basuki Rachmad mengatakan, banjir rob dan angin kencang telah menyebabkan sedikitnya sembilan desa di tiga kecamatan terendam banjir rob. "Sementara ini belum ada korban jiwa, tetapi harta benda masih diinvetarisir," katanya./C/D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026