Jakarta (ANTARA) - Rajawali Medan melepas pelatih kepala Efri Meldi dan asisten pelatih Yo Sua, setelah gagal memenuhi target menembus playoff meski mengawali musim dengan catatan menjanjikan lewat tiga kemenangan beruntun.

"Sebuah kehormatan bisa berjuang bersama coach Meldi. Mengambil tantangan dan memimpin tim ini selama satu musim penuh bukanlah hal yang mudah," tulis Rajawali dalam Instagramnya pada Rabu di Jakarta.

Rajawali menyampaikan apresiasi kepada Efri Meldi yang telah memimpin tim sepanjang musim kompetisi.

Pada hari yang sama, klub ini juga mengumumkan perpisahan dengan Yo Sua yang mendampingi Efri sebagai asisten pelatih.

Rajawali menyebut Yo sosok penting di balik perjalanan tim sepanjang musim dan menyampaikan terima kasih atas kontribusi.

Rajawali tadinya menatap musim 2026 dengan optimistis setelah mendatangkan Efri dan beberapa pemain asing, termasuk Brandone Francis dan Antonio Hester.

Namun situasi berubah ketika Francis mengalami cedera saat Rajawali menjalani laga kandang pertamanya di Medan. 

Skuad Para Raja akhirnya menutup musim reguler di peringkat kesembilan klasemen, dengan catatan menang-kalah 6-14 sehingga gagal melaju ke playoff.

Sebelumnya, Kemenlu RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

“Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela merespons ANTARA secara tertulis di Jakarta, Rabu.

Kemenlu RI bersama perwakilan RI di kawasan terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan sembilan WNI tersebut dalam keadaan aman dan terlindungi.

Adapun sembilan WNI yang diculik Israel tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Nabyl memastikan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran tengah dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI yang diculik Israel.

Langkah-langkah tersebut, kata dia, akan terus ditempuh hingga seluruh WNI peserta flotilla ke Jalur Gaza itu dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

“Indonesia mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan,” demikian Nabyl.

 

Disampaikan Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang, menyusul penculikan lima WNI pertama pada Senin (18/5), situasi di lapangan masih sangat dinamis dan para WNI lainnya yang lolos dari pencegatan pasukan Zionis saat itu masih terancam diculik Israel.

"KBRI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk mempersiapkan langkah penanganan WNI yang ditangkap Zionis Israel," kata Yvonne pada Selasa (19/5).

Perwakilan RI siap melakukan penerbitan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) sebagai dokumen perjalanan pengganti apabila paspor mereka disita Zionis, serta memberikan dukungan medis apabila diperlukan.

Yvonne mengatakan Indonesia mengutuk keras tindakan militer Zionis Israel yang mencegat kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan dan menangkap para relawannya yang mencakup sejumlah WNI.

Situasi tersebut juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran rezim zionis untuk menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional, demikian Yvonne.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rajawali Medan lepas Efri Meldi dan Yo Sua

Pewarta: Donny Aditra
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026