Jakarta (ANTARA) - Menghadapi pekan pertandingan yang krusial, Real Madrid malah kerap kehilangan gairah untuk bisa tampil dengan sekuat tenaga.

Terbaru, Los Blancos atau Si Putih harus rela dicuri poinnya oleh Girona setelah bermain imbang 1-1 pada pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Madrid, Sabtu pagi WIB.

Kehilangan tiga poin penuh tentu saja semakin mengubur dalam-dalam angan Kylian Mbappe dan kawan-kawan untuk mengangkat trofi Liga Spanyol.

Pasalnya El Real yang kini mengoleksi 70 poin, tertinggal total enam poin dari pemuncak klasemen sementara yakni sang rival abadi Barcelona.

Secara matematis, Barcelona yang masih mempunyai satu laga sisa bisa memperlebar jarak dari Real Madrid menjadi sembilan poin jika memenangkan laga dalam derbi Catalan menghadapi rival sekota Espanyol pada Sabtu pukul 23.30 WIB.

Meskipun El Barca kandas pun dari Espanyol, secara hitung-hitungan kasar, Real Madrid setidaknya membutuhkan keajaiban untuk bisa mengunci gelar Liga Spanyol untuk yang ke-37 sepanjang sejarah keikutsertaan.

Sejauh ini belum ada satu pun klub di Liga Spanyol yang bisa melakukan keajaiban dengan menyalip posisi puncak klasemen dengan selisih enam poin dan masih menyisakan enam pertandingan.

Bagi tim asuhan Alvaro Arbeloa, tentu keajaiban tersebut juga sulit dilakukan mengingat rapor buruk mereka yang total hanya bisa mengemas satu kemenangan dengan meraih sekali imbang dan sekali kalah di Liga Spanyol.

Catatan ini juga sekaligus membuat kubu ruang ganti Los Blancos harap-harap cemas mengingat probabilitas untuk mengangkat trofi pada musim ini hanya menyisakan dua kemungkinan, yakni gelar Liga Spanyol atau gelar Liga Champions.

 

 

Kondisi pelik

Real Madrid kini menghadapi simalakama. Dengan sisa musim saat ini yang berlangsung kurang lebih selama dua bulan, Los Merengues dihadapkan kemungkinan akan tanpa mengangkat trofi.

Kondisi persaingan di Liga Spanyol yang sudah tidak mungkin dikejar, kemudian jalan terjal juga sangat sulit untuk dilalui Real Madrid di Liga Champions.

Los Blancos yang kini bersaing di babak perempat final Liga Champions menghadapi ujian berat dengan menatap lawan jawara Jerman Bayern Muenchen.

Di leg pertama yang berlangsung di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu lalu, Real Madrid dibungkam oleh Bayern Muenchen lewat skor 1-2.

Tentu fokus dari El Real saat ini akan tercurah untuk bisa mengangkat trofi 'Si Kuping Besar' untuk yang ke-16 kali setelah compang-camping di Liga Spanyol.

Namun, tantangan berat tentu dihadapi Los Blancos karena harus bisa membalikkan kedudukan di kandang Die Rotten yang terkenal angker.

Laga yang tersaji di Allianz Arena, Muenchen, Kamis pukul 02.00 WIB, menjadi pertandingan hidup dan mati bagi Real Madrid.

Dari segi catatan pertemuan, Los Blancos tak terlalu mentereng kala bermain di Allianz Arena. Terakhir kali Real Madrid memetik kemenangan di Allianz Arena terjadi pada musim 2018 silam melalui sumbangan dari Marcelo dan Marco Asensio yang membuat papan skor menjadi 2-1 untuk kemenangan tim tamu.

Selebihnya sejak saat itu, tercatat Los Blancos bertamu ke markas FC Hollywood dua kali dengan menuai hasil sekali imbang dan sekali kalah.

Jika kandas dari Die Rotten, maka semakin besar pula peluang pelatih interim Alvaro Arbeloa untuk didepak dari Santiago Bernabeu karena gagal mengatasi badai yang menerpa Real Madrid musim ini.

Setelah Xabi Alonso menyatakan mundur karena masalah ruang ganti, pelatih akademi Real Madrid La Fabrica yakni Alvaro Arbeloa dipercaya bisa meredam perpecahan.

Nyatanya kinerja mantan pemain Real Madrid tersebut juga tampil tidak terlalu menjanjikan setelah pelatih berusia 43 tahun tersebut tidak bisa membawa hasil yang konsisten.

Selama durasi 88 hari menjabat, Arbeloa telah mencatatkan 20 pertandingan di semua kompetisi dengan hasil 13 kemenangan, 1 seri, dan enam kekalahan atau meraih rerata 2,00 poin per pertandingan.

Pelatih kelahiran Salamanca, Spanyol, tersebut memang terbukti bisa meredam ruang ganti yang sempat berapi-api di tangan Xabi Alonso. Kemudian Arbeloa juga menjadi pelatih Los Blancos yang lebih loyal untuk mengorbitkan pemain-pemain muda mantan pemainnya dari La Fabrica seperti Thiago Pitrach, Victor Valdepenas, Manuel Angel, hingga Jorge Cestero.

Namun secara di atas kertas, Arbeloa belum bisa membuat yakin manajemen Real Madrid untuk tetap mempertahankannya di posisi pelatih kepala meski kini terikat kontrak hingga akhir musim 2027.

 

Prahara Los Blancos

Sebagai tim dengan manajemen yang terkenal dengan hasil instan semenjak kepemimpinan Presiden Florentino Perez, tentu dengan kondisi Real Madrid yang semakin jauh dari kemungkinan untuk bersaing dalam perburuan gelar, semakin menimbulkan polemik perombakan.

Sempat tersebar berita hoax dari siaran langsung program Spanyol El Larguero yang mengeklaim bahwa Real Madrid akan melakukan perombakan struktur terutama di posisi direktur olahraga klub.

Namun kabar tersebut langsung ditepis oleh Real Madrid yang menyatakan bahwa saat ini mereka tidak dalam rencana untuk melakukan perombakan manajemen.

"Real Madrid sangat menghargai kerja yang dilakukan oleh manajemen olahraga klub, yang telah memungkinkan kita untuk mengalami salah satu periode paling sukses dalam sejarah kita, termasuk pencapaian banyak gelar, di antaranya 6 Piala Eropa dalam sepuluh tahun," tulis keterangan resmi Real Madrid.

Melihat kondisi pincang di musim ini yang kurang bisa tampil kompetitif menghadapi pesaing-pesaingnya, manajemen Real Madrid memang dikabarkan akan mencari solusi-solusi termasuk perburuan pemain dan penandatanganan pelatih berkelas.

Di posisi pemain, Real Madrid telah dipastikan mendatangkan jebolan akademi mereka yang kini bersinar bersama Como FC yaitu Nico Paz pada bursa transfer musim panas mendatang.

Selain pemain tim nasional Argentina tersebut, Los Blancos juga terus mencari nama-nama pemain bintang dunia lain untuk mengisi sejumlah pos yaitu bek tengah dan gelandang mengingat David Alaba dan Dani Ceballos dirumorkan akan menjalani musim terakhir berseragam Si Putih pada Juni nanti.

Posisi pelatih Real Madrid kini juga menjadi pembicaraan yang panas setelah manajemen dirumorkan tertarik untuk mendatangkan mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Terbaru, media Spanyol RMC Sport, melaporkan bahwa pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps yang akan mengakhiri masa baktinya bersama Les Blues setelah Piala Dunia 2026 juga tengah masuk radar El Real.

Kondisi prahara di kubu Real Madrid saat ini sepertinya tidak akan bisa diselesaikan dalam kurun waktu dekat. Pasalnya, Los Blancos seperti kehilangan semangat "Hasta El Final" yang selama ini menjadi identitas klub di setiap pertandingan.

 

 






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Badai prahara Real Madrid

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026