Rencana Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status uji coba (try out) Ujian Nasional (UN) menjadi pra UN mendapat sambutan positif.

Sambutan positif, antara lain datang dari Ketua Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) H Ansor Ramadlan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Indonesia Raya (PPPIR) asal PPP, seperti dikatakannya di Banjarmasin, Kamis. "Kita sambut positif rencana peningkatan uji coba UN selama ini menjadi pra UN, guna meningkatkan keseriusan dalam menghadapi ujian nasional, yang pada gilirannya pula tingkat kelulusan anak didik bisa lebih maksimal," tandasnya. "Apalagi hasil evaluasi sementara, jebloknya hasil uji coba UN 2012, antara lain diduga karena ketidak seriusan peserta didik," lanjut wakil rakyat dari PPP itu, usai rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel. Mengenai jebloknya hasil uji coba UN 2012, wakil rakyat yang menyandang gelar magister filsafat Islam itu, berharap, hal tersebut jangan sampai terjadi dalam hasil UN nanti. Oleh sebab itu, semua pihak, baik dari sekolah, keluarga/orang tua anak didik serta peserta UN sendiri harus mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh agar tingkat kelulusan menggembirakan, demikian Ansor Ramadlan. Sementara itu, Sekretaris Disdik Kalsel H Herman Taufan menerangkan, rencana peningkatan status uji coba UN menjadi pra UN, yang dimulai tahun pelajaran 2012/2013 atau pada UN 2013. "Dengan menggunakan pra UN diharapkan semua pihak, terutama peserta didik tak lagi terkesan coba-coba mengisi lembar jawaban, tapi sebaliknya lebih serius," tandasnya, didampingi Kepala Disdik Kalsel H Humaidi Syukri yang purna tugas April mendatang. "Karena hasil pra UN akan masuk dalam rapor semester ganjil, yang akan turut menentukan kelulusan perserta UN itu sendiri," lanjut Sekretaris Disdik tersebut yang juga selaku Ketua Panitia UN Tingkat Prov Kalsel 2012. Mengenai hasil uji coba UN 2012, dia menyatakan, tidak seluruh sekilah di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut jeblok. Sebagai contoh ada sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang termasuk daerah pinggiran Kalsel, ternyata tingkat kelulusan hasil uji coba UN 2012 mencapai 83 persen. Contoh lain di SMA Negeri-1 Banjarmasin, ada peserta didik yang sebagain besar hasil uji coba UN dengan nilai baik, cuma satu mata pelajaran mendapat angka 3,5, sehingga yang bersangkutan dikategorikan tidak lulus. "Pasalnya ketentuan kelulusan pada UN 2012 minimal nilai rata-rata 5,5 dan tidak boleh ada nilai mata pelajaran di bawah angka empat (4)," lanjutnya usai rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi pendidikan. "Namun kami optimis, hasil UN nanti jauh akan lebih baik dari hasil uji coba, sebagaimana tahun lalu tingkat kelulusan mencapai 95 persen," demikian Taufan./shn/B


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026