Kuota bahan bakar minyak bersubsidi 2012 diperkirakan turun dibanding 2011 karena kuota BBM bersubsidi nasional juga turun dari 41 juta kiloliter menjadi 37 juta kiloliter.
Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan Adi Khairudin Hanafiah di Banjarmasin, Rabu mengatakan, inforamasi tersebut didapat dari hasil pertemuan dengan tim pengendalian BBM Kalsel dan perwakilan dari BPH MIgas di Mapolda Kalsel, Rabu.
"Kita tadi telah melakukan pertemuan dengan BPH Migas, hingga kini kuota BBM Kalsel belum ada karena perubahan sistem penyaluran, namun diperkirakan turun karena kuota nasional juga turun," katanya.
Menurut Adi, belum disampaikannya kuota BBM Kalsel, karena hingga kini pemerintah pusat sedang menghitung dan menyesuiakan kebutuhan BBM masing-masing kabupaten dan kota di Kalsel khususnya, dan nasional umumnya.
Sesuai ketentuan, sistem distribusi BBM bersubsidi akan disalurkan berdasarkan kuota masing-masing kabupaten dan kota, hal tersebut berbeda dibanding sebelumnya.
"Kalau selama ini yang diberikan adalah kuota BBM untuk Kalsel, tidak diketahui berapa untuk masing-masing kabupaten dan kota," katanya.
Dengan demikian, tambah dia, diharapkan penyaluran BBM akan lebih terkontrol dan merata. Kuota BBM Kalimantan Selatan pada 2011 adalah, untuk premium 461.052 kiloliter dan solar 293.067 kiloliter, jumlah tersebut masih jauh dari memenuhi kebutuhan BBM Kalsel.
Dengan demikian, pada 2012 pemerintah Kalsel bersama DPRD mengusulkan ke pemerintah pusat agar diberikan penambahan kuota BBM bersubsidi menjadi premium 583.593 kilo liter dan solar 317.810 kiloliter.
Namun kata Adi, dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi tersebut, kemungkinan permintaan penambahan kuota tersebut tidak disetujui bahkan justru dikurangi.
"Bila itu yang terjadi kemungkinan kelangkaan BBM akan terus berlangsung di Kalsel," katanya.
Mengantisipasi hal tersebut, kini pemerintah daerah, DPRD, Polda Kalsel dan dinas instansi terkait sedang menyiapkan langkah-langkah menghadapi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Menurut dia, pihaknya akan mengawal setiap perkembangan yang terjadi sebelum dan sesudah kenaikan BBM pada April 2012./B/ D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.