Perusahaan tambang bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) group, yang beroperasi di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa, melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR).


Human Resources Development/General Affair (HRD/GA) PT SILO, IDK Dharmaja, di Kotabaru, Kamis, mengatakan, salah satu program yang dilakukan adalah mendidik dan melatih putra-putri Kotabaru yang belum mendapatkan kesempatan masuk ke perguruan tinggi.

"Lulusan SLTA tersebut dididik dan dilatih untuk menjadi operator excavator," ujar Ketut, usai melepas puluhan siswa pelatihan operator alat berat hasil kerjasama PT SILO Group dengan Lembaga Pendidikan Mitra Insan Prima Kotabaru.

Menurut Ketut, dengan bekal ketrampilan mengoperasikan alat berat, lulusan SLTA yang tidak melanjutkan ke pergutruan tinggi sudah bisa berkiprah di dunia industri, meski bukan sarjana.

Sarjana belum menjamin seseorang bisa bekerja di sebuah industri, namun dengan bekal ketrampilan menjadi operator alat berat maka seseorang akan mudah mendapatkan pekerjaan.

Tahap awal, SILO membuka pelatihan operator excavator, disusul operator dum truk. Sementara itu, upaya untuk membangun sumber daya manusia, khususnya warga lokal PT SILO menyalurkan dana melalui program "cerdaskan bangsa" sedikitnya Rp2,105 miliar untuk membiayai pendidikan anak dari keluarga kurang mampu.

"Program mencerdaskan bangsa merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kotabaru, khususnya masyarakat kurang mampu," kata Melalui program community development (CD)/corporate social responsibility (CSR) tersebut, PT Silo memberikan beasiswa kepada lima putra-putri terbaik daerah untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Perusahan bijih besi tersebut juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kotabaru untuk mendidik 120 lulusan SMA sederajat dengan ketrampilan teknik intalasi listrik industri, las listrik, mekanik otomotive diesel, dan komputer aplikasi perkantoran.

"Sedikitnya 20 alumnus BLK angkatan pertama telah direkrut PT Silo di Sebuku," ujar Dharmaja. Pengelola Lembaga Ketrampilan dan Pendidikan Mitra Insan Prima Kotabaru H Nor Ipansyah MHUm, memperkirakan sekitar 95 persen lulusan SLTS di Kotabaru menjadi penagngguran karena tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Angka pengangguran yang setiap tahun bertambah cukup besar itu belum tertangani oleh pemerintah daera," katanya.

Namun beruntung masih ada perusahaan yang peduli, seperti PT SILO Group yang bersedia mengalokasikan dana untuk biaya mendidik melatih pengangguran itu menjadi tenaga yang siap pakai. "Kami berharap ada perusahaan lain yang meniru jejak PT SILO yang peduli terhadap putra-putri Kotabaru," paparnya./C/ D




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026