Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Suharyono SH Sik di Banjarmasin menjadi perhatian dalam acara pertemuan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) yang berlangsung di Cafe Shop HBI Banjarmasin.
Pantauan ANTARA, Senin (27/2) malam sekitar pukul 08.00 wita hingga pukul 09.30 wita terlihat saat Kapolresta Banjarmasin itu menyanyi banyak para wanita pengusaha mendekat dan memberikan sekumtum bunga.
Bukan itu saja, saat lagu pertama usai para wanita pengusaha meminta untuk pria bertubuh tegap itu menyanyi kembali dan mendendang lagu kedua.
Merasa mendapatkan permintaan itu orang nomor satu di kepolisian Banjarmasin kembali menyanyikan lagu keduanya bertemakan dangdut dengan judul noda hitam.
Suasana semakin meriah karena para wanita berbusana rapi itu turun untuk berjoget dengan membawakan bunga dan kembali memberikan ke pria berpangkat Kombes itu. Sementara itu Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Suharyono SH Sik mengatakan, dengan kehadiran IWAPI bisa menambah kebersamaan untuk membangun wilayah Kalsel khusunya Banjarmasin.
Bukan itu saja, IWAPI bisa memberikan suasana Kota Banjarmasin berjalan seirama dalam setiap perkembangan baik dalam segi pembangunan, kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat kota "seribu sungai" ini.
"Selama ini peran serta wanita dalam perkembang pembangunan sudah terasa peranan sehingga untuk IWAPI tinggal melanjutkan kedepannya dengan visi dan misi yang tepat sasaran," ucapnya. Gubenur Kalsel, Rudy Arifin, yang turut hadiri dalam undangan ramah tamah IWAPI itu.
Ia berharap agar para wanita pengusaha ini bisa selalu menciptakan suasana yang kondusif. Peran perempuan diwilayah kalsel ini sudah bisa dirasakan karena bagaimana pun pembangunan dan perkembangan itu perlu sentuhan tangan wanita. "Pemerintah Daerah Kalsel sangat mendukung dengan adanya IWAPI karena perempuan itu salah satu pilar dalam sebuah kemajuan dan perkembangan jaman," tuturnya./gun /DÂ
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.