Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berupaya meningkatkan kemampuan perajin meubel diberbagai kabupaten kota untuk mengkombinasikan bahan kayu, aluminium dan kaca agar lebih kompetitif bersaing dipasar nasional maupun global.
Melalui Balai Diklat Industri Kayu dan Logam, kembali dilaksanakan pelatihan diversifikasi produk kombinasi ketiga bahan tersebut diikuti 20 perajinpengusaha meubel se- Kalsel di Balai Diklat Industri Kayu dan Logam Amuntai selama dua pekan mendatang diawali Jum'at.
Kepala Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) HSU Drs Yusfihani mengatakan perkembangan teknologi tentu menuntut para perajin meubel lebih kreatif mengemas produk agar lebih mampu bersaing dengan produk meubel daerah lain diluar Kalsel.
Dijelaskan, Produk meubel kombinasi tiga bahan ini sekarang lebih diminati masyarakat yang menginginkan tampilan perabot meubel rumah tangga atau kantor mereka lebih indah tampilannya dan menarik, " tidak ada pilihan bagi kita untuk bersaing dan merebut perhatian konsumen yakni dengan lebih kreatif lagi mengolah produk meubel kombinasi serupa" Ujar Yusfihani.
HSU sebagai salah perajin meubel, kata Yusfi, sudah memulai kombinasi aluminium dan kaca sejak ketatnya kebijakan Ilegal Logging dimana memaksa perajin Meubel HSU beralih ke bahan Aluminium dan kaca atau mengkombinasikannya dengan bahan kayu.
Saat ini Meubel Aluminium HSU mulai berkembang memenuhi kebutuhan pasar hingga ke luar Propinsi Kalsel, "komunitas perajin aluminium ini bisa dengan mudah kita jumpai disepanjang jalan menuju atau keluar dari Kota Amuntai" kata Yusfihani.
Lokasi Perajin Meubel dimaksud yakni mulai dari Desa Kota Raden hingga Desa Tapus Dalam menuju perbatasan kabupaten HSU dengan HST, dimana transaksi penjualan meubel juga kerap terjadi disepanjang sisi jalan selain di Pasar Meubel yang berlokasi disamping terminal kota Amuntai.
Saat ini Diskoperindag HSU tengah mendata kembali keberadaan para perajin di HSU termasuk perajin Meubel untuk kemudahan pembinaan dan pengembangan Industri Kecil dan menengah (IKM)/Edy/D/
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.