Kejaksaan Negeri Banjarmasin mulai bertindak cepat dalam menangani kasus korupsi, ini terlihat dengan ditingkatkannya kasus dugaan korupsi pembuatan drainase ke Penyidikan.
Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Fidaus Dewilmar SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen, Iwan Tajuddin SH MH di Banjarmasin, Rabu mengatakan, kasus dugaan korupsi pembuatan drainase diduga terdapat perbuatan melawan hukum dan merugikan keuangan negara sehingga proses hukumnya ditingkat.
Ditingkatkannya status pembuatan drainase yang berlokasi di jalan Pramuk Banjarmasin itu dari tahap penyelidikan menjadi ke tahap penyidikan, sehingga kasus tersebut akan terus dilanjutkan hingga tahap pengadilan.
Kasus penbuatan drainase yang menggunakan anggaran APBN hingga miliar rupiah itu, terjadi keterlambatan dalam pengerjaan yang mana proyek tersebut harus siap 2011 tapi hingga 2012 proyek itu belum juga rampung dan terkesan asal-asalan.
"Kita sudah tingkatkan kasus tersebut ke penyidikan di bidang tindak pidana khsus selanjutnya bidang tersebut yang akan menanganinya dengan mengolah data-data yang kita kumpulkan menjadi bahan untuk maju ke pengadilan," terangnya Kepada ANTARA.
Iwan terus menambahkan terkait penetapan tersangka, itu nantinya akan dilakukan di penyidikan, yang jelas saat ini untuk bahan, data, dokumen, saksi-saksi dan beberapa alat bukti dan barang bukti lainnya sudah dikumpulkan dan disita.
Dengan adanya alat bukti dan barang bukti tersebut dalam pemeriksaan saksi nantinya di tingkat penyidikan akan mudah dilakukan oleh pihak penyidik tindak pidana khusus Kejari Banjarmasin.
Untuk langkah awal diperkirakan bidang tindak pidana khusus akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para saksi-saksi yang dikumpulkan oleh pihak Intelijen pada tahan penyelidikan.
"Naiknya kasus dugaan korupsi pembuatan drainase itu karena dugaan sementara adanya perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan keuangan negara mengalami kerugian," ungkapnya kepada ANTARA.
Namun agar lebih jelas prosesnya dan penetapan tersangkanya semua diserahkan ke penyidikan untuk tahap pemberkasan acara pemeriksaan terhadap kasus pembuatan drainase yang lambat dalam memenuhi target proyek yang telah ditentukan.
"Labih dari sepuluh saksi yang kita ajukan ke penyidikan dan beberapa bahan serta data yang dikumpulkan, kasus ini harus terus kita selesaikan karena kasus pembuatan drainase merupakan salah satu kasus besar yang ditangani Kejari Banjarmasin, dengan anggaran miliar rupiah langsung dari dana APBN," ucap Kasi Intelijen Kejari Banjarmasin yang di hubungi ANTARA melalui Handphone nya./gun/
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.