Antrean panjang kendaraan bermotor kembali terjadi untuk mendapatkan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin dan sekitarnya hampir sepekan terakhir.


Seperti pada SPBU di Jalan A Yani Km6, Km5,5, Sabilal Muhtadin dan Jalan S Parman/Pulau Laut, baik kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat harus mengantre lama karena deretan panjang yang mau mengisi premium.

Sejumlah pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor heran dan bertanya-tanya, mengapa dalam pekan terakhir ini kembali terjadi antrean panjang untuk mendapatkan premium di SPBU.

"Apakah antrean panjang ini karena pasokan ke SPBU yang terbatas atau suplai yang kurang lancar, sehingga tak sampai 24 jam jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut habis terkuras ataukah ada faktor lain? ujar Bahrani, salah seorang pengemudi mobil.

"Tapi syukur bensinnya (premiumnya) ada, walau harus mengantre setengah jam lebih untuk mendapatkan jenis BBM tersebut di SPBU," lanjut pekerja bangunan, warga Gambut Kabupaten Banjar Kalsel itu.

Warga Kalsel berharap segera berakhir antrean panjang kendaraan bermotor untuk mendapatkan BBM di SPBU dengan harga resmi pemerintah, guna kelancaran transportasi atau angkutan umum.

"Pasalnya seperti solar sudah hampir setahun antrean panjang kendaraan bermotor untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu di SPBU," ujar Jujus, salah seorang warga Banjarmasin, yang menggunakan truk untuk mengangkut barang ke beberapa kota di Kalsel.

"Untungnya masih bisa mendapatkan solar di luaran SPBU dengan harga yang masih terjangkau, yaitu berkisar antara Rp6.000,00 sampai Rp7.000,00/liter, kecuali di daerah-daerah tertentu mencapai Rp9.000/liter," tutur ayah dari dua anak tersebut.

Sementara itu Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, beberapa kali merencanakan mau mengundang Pertamina, untuk dimintai keterangan terkait masalah BBM tersebut, tapi tidak jadi dilaksanakan.

Alasan dari pihak Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk BBM) serta perhubungan itu tak jadi mengundang Pertamina, karena memperkirakan, apa-apa yang mereka kemukakan sama saja dengan yang terdahulu.

Sebagai contoh dalam setiap kali pertemuan dengan Komisi III DPRD Kalsel, pihak Pertamina selalu menyatakan, persediaan BBM cukup dan masalah antrean di SPBU karena angkutan yang kurang lancar, serta berbagai alasan lain yang terkesan itu-itu juga.

Dari pantauan di lapangan dalam sepekan terakhir ini, harga eceran premium pada pedagang kaki lima (PKL) di Banjarmasin berkisar antara Rp5.000 sampai Rp5.500/kiter dan solar Rp5.500 - Rp7.000/liter./shn/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026