Sebanyak 455 unit kelompok tani di Tabalong, Kalimantan Selatan menjadi sasaran program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu 2012, untuk jenis padi non hibrida.
Sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) sebagi upaya peningkatan produksi padi, tahun ini dilaksanakan di 12 kecamatan.
Untuk SLPTT padi non hibrida dilaksanakan di 12 kecamatan dengan jumlah kelompok tani sasaran 455 unit, jelas Kasi sumber daya, Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan Tabalong, Syam'ani, Rabu.
Dengan total luas lahan sekitar 11.375 hektare untuk SLPTT padi non hibrida, juga diberikan bantuan benih sebanyak 284.375 kilogeram untuk jenis padi unggul atau bernilai ekonomi tinggi.
Sedangkan kegiatan SLPTT untuk padi hibrida hanya dilaksanakan di empat kecamatan dengan luasan 550 hektare bagi 22 unit kelompok tani dan total benih 13.750 kilogeram.
Tahun ini pengelolaan tanaman terpadu juga dilaksanakan untuk jenis padi lahan kering dan kedelai masing-masing di 9 kecamatan dan 5 kecamatan. Untuk padi lahan kering dengan sasara 88 kelompok tani, luas areal 2.200 hektare dan bantuan benih 55.000 kilogeram.
Jenis kedelai rencananya diperuntukkan bagi 20 kelompok tani dengan luas lahan 200 hektare dan jumlah benih 8.000 kilogeram.
"Dibanding tahun lalu, luas areal dan jumlah kelompok tani yang terlibat dalam SLPTT lebih banyak, 2011 lalu untuk SLPT padi gogo hanya diikuti 64 unit kelompok tani dan padi sawah 356 unit," tambah Syam'ani.
Sementara itu produksi padi 2011 mencapai 143.198 ton lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar 133.122 ton dan produktivitas sebesar 4,32 kwintal per hektare./mia/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.