Sebagai upaya mempercepat produksi padi, program sekolah lapang pola tanam terpadu padi non hibrida spesifik lokasi di Tabalong, Kalimantan Selatan kembali dilaksanakan di empat kecamatan.

Sekolah lapang pola tanam terpadu padi non-hibrida spesifik lokasi atau SLPTT model masing-masing dilaksanakan di Kecamatan Banua Lawas, Kelua, Muara Harus dan Pugaan.

"Melalui program SLPTT model diharapkan bisa meningkatkan produksi padi di Tabalong yang ditargetkan mencapai 138.366 ton gabah kering giling," jelas Kasi sumber daya, Distanakkan Tabalong, Syam`ani di Tanjung, ibukota Tabalong, Senin.

Tercatat 22 kelompok tani yang melaksanakan SLPTT model dan menerima bantuan dana dari tugas pembantuan provinsi sebesar Rp64,8 juta tiap kelompok. Dana tersebut digunakan untuk pembelian sarana produksi, pengolahan lahan dan biaya kegiatan pendukung.

Kegiatan SLPTT 2012 ini selain komditas padi non hibrida spesifik lokasi (model) juga untuk komoditas padi non hibrida reguler, padi lahan kering dan kedelai.

Untuk SLPTT padi non hibrida (reguler) mendapatkan bantuan benih sebanyuak 284.375 kilogram, luas areal 11.375 hektare bagi 455 kelompok tani di 12 kecamatan.

Sedangkan SLPTT padi lahan kering dengan luas areal 2.200 hektare yang dikelola 88 kelompok tani di sembilan kecamatan mendapat alokasi benih sebanyak 55.000 kilogram.

Bantuan benih bagi kegiatan SLPTT 2012 terbanyak untuk komoditas padi non hibrida reguler mencapai 284.375 kilogram dengan luas areal mencapai 11.375 hektare, jelas Syam`ani

Dalam pelaksanaan SLPTT ditemukan sejumlah permalasahan diantaranya kurangnya pemahaman tentang maksud dan tujuan SLPTT oleh aparat kabupaten maupun kecamatan.

Termasuk belum kontinyunya laporan dari pihak kecamatan sehingga menyulitkan pelaporan dari tingkat kabupaten ke provinsi dan pusat.C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026