Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang merupakan lokasi sentra peternakan unggas terbesar di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan maih aman dari serangan penyakit flu burung.



Kepala Dinas Peternakan Kabupaten HSU Ir Suriani di Amuntai ibukota Kabupaten HSU,Jumat menyatakan walau kasus flu burung sudah berada di wilayah Kalsel sejak tiga bulan lalu, setelah adanya serangan terhadap unggas di Kota Banjarbaru, namun moga tak menjalar ke HSU.


"Kita terus mewaspadai penularan penyakit unggas tersebut, karena HSU merupakan sentra peternakan unggas terbesar Kalsel, seperti ternak itik, ayam, serta burung belibis," katanya.
Belum adanya serangan flu burung sesuai dengan laporan atau temuan terhadap penyakit tersebut dari berbagai kecamatan yang banyak peternakan unggas.


Baik temuan dalam bentuk laporan kematian unggas dari peternak, maupun temuan staf Dinas Peternakan HSU sendiri di lapangan.


“Kalau ada laporan unggas yang mati yang tidak wajar, staf kami secepatnya akan melakukan tes, yang dalam waktu 30 menit akan ketahuan apakah unggas mati dikarenakan virus flu burung atau tidak “ ujar Suriani.


Selain itu, Suriani yakin akan cepat mendeteksi jika ada kasus flu burung di daerah tersebut, pasalnya Dinas peternakan dan perikanan HSU sudah sering melakukan sosialisasi kepada para peternak unggas tentang cara disinfektan kandang atau penyemprotan kandang unggas kepada para peternak.


"Kami telah mengupayakan, peternak unggas untuk mandiri membersihkan sendiri kandang unggas mereka, agar terhindar dari penularan berbagai penyakit, termasuk virus flu burung “ ujarnya.


Untuk penyemprotan itu, Dinas peternakan telah menyediakan obat disinfektan gratis yang bisa diambil langsung oleh para peternak unggas, dimana mereka sudah dibekali tata cara penyemprotannya.


Selain itu peternak juga dihimbau untuk lebih dahulu melakukan tahap-tahap vaksinasi terhadap unggas yang baru dibeli sebelum dilepas kekandang mereka.


Apalagi saat musim hujan saat ini, dimana cuaca dingin, daya tahan tubuh unggas relatif berkurang sehingga berbagai jenis virus penyakit mudah menjangkiti unggas.


Suriani juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dan takut mengkonsumsi daging ayam atau burung, terkait temuan kasus flu burung dibanjarbaru.


"Asal dimasak dengan sempurna, virus flu burung pada daging unggas tidak akan membahayakan manusia" jelasnya.


Selain itu Suriani juga yakin jajaran dinas kesehatan akan cepat dan sigap mengatasi penularan virus flu burung sehingga tidak menular ke daerah lain.


Sementara itu salah seorang peternak itik di Desa Mamar mengaku tidak khawatir terhadap terjadinya kasus flu burung didaerah lain, karena umumnya peternak unggas di desanya sudah dibekali pengetahuan yang cukup mengenai penyebaran virus flu burung.


"Kami harus tahu tata cara mencegah penularan virus flu burung jika tidak maka ternak unggas akan banyak mati dan kami mengalami kerugian” ujar dia.


Apalagi Obat penyemprotan kandang mudah ia dapatkan dari dinas peternakan secara gratis./Eddy – Humas/D )




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026