Jembatan Kusan Hilir di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, terancam ambruk akibat baut pada gelagar jembatan hilang dicuri oknum tidak bertanggung jawab.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Arsyadi di Banjarmasin, Rabu mengatakan, saat ini kondisi jembatan terasa bergoyang-goyang saat dilintasi terutama oleh angkutan dengan muatan berat.
Hal tersebut terjadi karena salah satu gelagar jembatan rangka baja copot setelah baut yang mengikat gelagar hilang.
Beruntung, tambah Arsyadi, kondisi tersebut segera diketahui Dinas Pekerjaan Umum setempat sehingga bisa segera dilakukan perbaikan oleh dinas dan instansi terkait.
"Saat ini tim sedang melakukan perbaikan dengan menaikkan gelagar yang turun dari posisinya, untuk dikembalikan ke tempat semula," katanya.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah meminta bantuan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur lalu lintas di ruas jalan Trans-Kalimantan wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
Kendaraan yang melintas terutama roda empat, kata dia, diminta bergantian saat menaiki jembatan yang menghubungkan Kecamatan Pagatan dan Batulicin tersebut.
"Jembatan tersebut merupakan satu-satunya sarana penghubung kedua daerah, sehingga tidak ada jalan alternatif, makanya harus bergantian saat melintasinya," katanya.
Jembatan kerangka baja sepanjang 90 meter dan dibangun sejak 1989 tersebut, kata dia, secepatnya harus mendapatkan penanganan dan perbaikan.
Menurut dia, jembatan yang juga pernah dilakukan perbaikan dua tahun lalu tersebut bukan merupakan lintasan angkutan batu bara, sehingga beban jembatan relatif berkurang.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan pemeriksanaan terhadap beberapa jembatan lainnya, antara lain, jembatan Satui di Sungai Danau.
Jembatan tersebut setiap hari dilewati oleh ratusan truk angkutan batu bara dan tambang lainnya, sehingga bebannya relatif lebih berat dibanding beban jembatan Kusan Hilir./B/D
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.