Hari ini kolaborasi itu kami wujudkan melalui konferensi internasional yang dihadiri akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan mitra internasional untuk membahas pengelolaan lahan basah

Banjarmasin (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjalin kolaborasi internasional dalam memperkuat riset lahan basah untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

"Hari ini kolaborasi itu kami wujudkan melalui konferensi internasional yang dihadiri akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, dan mitra internasional untuk membahas pengelolaan lahan basah," kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ULM Prof Muthia Elma di Banjarmasin, Selasa.

Puluhan ilmuan dari berbagai perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri hadir di gelaran The 3rd International Conference on Wetland for Sustainable Development Goals (ICWSDGs) dan Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah (SNLLB) yang dirangkaikan dengan International Symposium on Sustainable Buildings, Cities, and Communities (SBCC) 2026.

ULM selaku tuam rumah mengangkat tema "Blue-Green Futures: Advancing Wetlands and Green Buildings for the 2030 SDGs Agenda".

Konferensi menghadirkan delapan pembicara utama yakni Prof Andreas Matzarakis dari University of Freiburg, Jerman, Prof Bao-Jie He dari Chongqing University, Tiongkok, Bipin Shah (President Win-Build Inc., USA), Dr. Eng. Beta Paramita dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Eko Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kemudian Winny Setyonugroho, S.Ked., M.T., Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Eng. Mochamad Donny Koerniawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Dr Yuslena Sari dari ULM.

Turut hadir sesi pleno Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Dr Fauzan Adziman, S.T., M.Eng.

Ketua Steering Committee ICWSDGs 2026 Prof Sunardi mengatakan konferensi ini merupakan seminar internasional ketiga yang diselenggarakan LPPM ULM. 

Tahun ini, ULM berkolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung untuk memperkuat jejaring riset terkait lahan basah dan pembangunan berkelanjutan.

"Kami bersama-sama membahas implementasi hasil-hasil riset terkait lahan basah dan keberlanjutan dalam mendukung SDGs," ujarnya.

Sunardi mengakui lahan basah selama ini kerap dipandang sebagai kawasan yang kurang produktif. 

Padahal kawasan tersebut menyimpan potensi besar yang dapat dikembangkan melalui riset dan inovasi.

Seperti yang disampaikan Dirjen Risbang, ungkap Sunardi, lahan basah merupakan potensi besar. 

Di balik kondisi yang sering tergenang atau rawan kebakaran, terdapat sumber daya yang luar biasa untuk dikembangkan. 

Potensi galam, karbon, hingga mangrove dapat memberikan manfaat besar, bahkan menjadi bagian dari perdagangan karbon di masa depan.

"Inilah yang terus dikembangkan ULM melalui berbagai penelitian," jelasnya.

ULM menggelar The 3rd ICWSDGs dan Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah yang dirangkaikan dengan International Symposium on SBCC 2026. (ANTARA/Firman)

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Galuh Tantri Narindra mengapresiasi penyelenggaraan konferensi yang dinilai mampu menghadirkan solusi berbasis riset terhadap karakteristik geografis Kalimantan Selatan.

Menurutnya, sejumlah penelitian yang dipresentasikan tidak hanya membahas lahan basah, tetapi juga tantangan perubahan iklim serta pengembangan teknologi bangunan yang aman, nyaman, hemat biaya, dan mampu beradaptasi dengan kondisi geografis daerah. 

"Harapannya hasil riset ini dapat diterapkan di Kalimantan Selatan sehingga mampu membantu menyelesaikan persoalan penyediaan rumah layak bagi masyarakat," ujarnya.

ULM menggelar The 3rd ICWSDGs dan Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah yang dirangkaikan dengan International Symposium on SBCC 2026. (ANTARA/Firman)

Salah satu keynote speaker dari UPI, Dr Eng Beta Paramita ST MT mengatakan kolaborasi antara UPI dan ULM telah dimulai sejak 2025. 

Menurutnya, konferensi ini menjadi wadah untuk mengintegrasikan kajian lahan basah dengan konsep Sustainable Buildings, Cities, and Communities sehingga hasil riset akademisi dapat diimplementasikan bersama dunia industri dan masyarakat.



Pewarta: Firman
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026