Sekitar empat ribu dari sekitar 19.500 atau sekitar 20 persen pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kotabaru, Kalimantan Selatan, mengubah sistem pembayaran tagihan rekening listrik atau bermigrasi dari pascabayar ke prabayar.


General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kotabaru Ir H Burhan, Senin mengatakan, pelanggan PLN akan banyak memperoleh manfaat dari sistem pembayaran baru tersebut.

"Untuk mendukung program prabayar, PLN telah bekerja sama dengan beberapa bank dan outlet yang tersebar di Kotabaru," kata Burhan.

Pelanggan juga bisa membayar atau membeli daya di Kantor Pos, dan atau menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Menurut General Manager, dengan sistem prabayar tersebut pelanggan akan semakin dimanjakan oleh PLN.

Pelanggan akan mendapatkan kemudahan dalam melakukan pembayaran tagihan rekening listrik, pemakaian daya akan bisa dikendalikan.

Tidak seperti pada sistem pascabayar, ujar Burhan, pemakaian daya bisa membengkak.

Kemudahan yang lain yang bisa diperoleh pelanggan, tidak ada biaya beban dan harga daya tetap seperti biasa.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PLN mengemukakan, pelanggan yang akan mengubah sistem pembayaran dari pascabayar ke prabayar cukup melampirkan salinan KTP dan rekening tagihan serta membayar Rp20.000,-.

"Dengan Rp20.000,- tersebut untuk membeli listrik 27 KWH yang bisa dipakai sekitar 10 hari bagi pelanggan 900 KWH," imbuhnya.

Burhan mentargetkan pelanggan di Kotabaru yang berjumlah sekitar 19.500 mengubah sistem pembayarannya dari pascabayar ke prabayar.   

"Dengan sosialisasi ke masyarakat, kami optimistis pelanggan di Kotabaru akan mengubah menjadi prabayar, terlebih Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani juga mendukung program tersebut," kata Burhan./C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026