Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR lebih tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR) Kota Banjarbaru 2026 yang digelar di Aula Gawi Sabarataan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarbaru Sri Lailana di Banjarbaru, Sabtu, mengatakan pemerintah daerah ingin program CSR berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“CSR sangat penting untuk menyempurnakan pembangunan serta untuk kebaikan masyarakat dan daerah yang kita cintai, Kota Banjarbaru,” ujar Sri Lailana.
Menurut dia, kontribusi perusahaan tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban sosial, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui program yang berdampak langsung.
Dalam rapat itu, pemerintah daerah bersama perusahaan juga membahas sinkronisasi program CSR dengan prioritas pembangunan daerah agar bantuan yang disalurkan tidak tumpang tindih dan lebih merata.
Sri Lailana menegaskan, kepengurusan Forum TJSP/CSR periode 2026–2029 diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung visi pembangunan Banjarbaru EMAS atau Elok, Maju, dan Sejahtera.
Selain itu, dia menekankan mekanisme pengajuan hingga pencairan bantuan CSR harus dilakukan sesuai ketentuan melalui Peraturan Daerah Kota Banjarbaru sehingga pelaksanaan program berjalan tertib dan akuntabel.
“Melalui sinergi dan komitmen bersama, kita yakin dapat membangun kolaborasi yang semakin kuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan di berbagai bidang,” katanya.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga berharap komunikasi antara perusahaan dan pemerintah semakin intensif sehingga penerima manfaat program CSR dapat semakin luas dan tidak hanya terpusat pada wilayah ring satu perusahaan.
Sebanyak 52 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta mengikuti rapat tersebut.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026