Kami menerapkan model pembelajaran dengan pendampingan (nurturing learning) dan program Coaching Clinic untuk membuat artikel ilmiah termasuk tugas akhir,"
Marabahan (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Program Magister Administrasi Pendidikan dan Program Doktor Administrasi Pendidikan berinovasi untuk mencetak magister dan doktor pendidikan berkualitas guna berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
"Kami menerapkan model pembelajaran dengan pendampingan (nurturing learning) dan program Coaching Clinic untuk membuat artikel ilmiah termasuk tugas akhir," kata Koordinator Program Studi Administrasi Pendidikan Program Doktor (S3) ULM Prof Ahmad Suriansyah saat Seminar Pendidikan Memeriahkan Hardiknas 2026: Sosialisasi dan Paparan Program Pascasarjana ULM di Aula SKB Barito Kuala di Marabahan, Jumat.
Pria yang akrab disapa Prof Sur itu menjelaskan, setiap mahasiswa akan didampingi dalam mengikuti dan mengerjakan tugas-tugas perkuliahan baik dalam bentuk tatap muka maupun melalui daring.
Termasuk diberikan latihan dan bimbingan khususnya dalam membuat artikel ilmiah dan karya ilmiah lainnya termasuk tugas akhir seperti tesis maupun disertasi.
Model ini menurutnya sangat penting dan strategis, karena berdasarkan kajian dan telaah mendalam tidak ada mahasiswa yang tidak lulus mata kuliah
Akan tetapi kerap terlambat menyelesaikan studinya karena terbentur kemampuan membuat tugas akhir.
"Mereka inilah yang perlu diberikan penguatan melalui coaching khusus sehingga memiliki kemampuan dan kepercayaan diri," jelas Prof Sur, dosen berprestasi dunia peneliti terbaik di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025.
Urusan karya ilmiah, Prof Sur adalah sosok teladan nyata yang telah menghasilkan 286 artikel nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir termasuk 13 buku dan 4.421 sitasi.
Selain pendampingan, tiga program unggulan ULM sebagai pencetak tenaga pendidik dan manajer pendidikan ini juga menawarkan model kuliah hybrid yang memungkinkan mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan tanpa meninggalkan tugas setiap saat.
Artinya perkuliahan dapat diikuti dimanapun mahasiswa berada, sehingga tidak mengganggu tugas sehari-hari tanpa kehilangan kualitas pembelajaran.
Prof Sur mengungkapkan sejumlah terobosan itu bertujuan mempercepat lulusan dan tidak ada lagi mahasiswa lulus magister melebihi 3 semester atau 1 tahun 6 bulan serta lulus doktor 5 semester atau 2 tahun 6 bulan.
Prof Sur juga menyatakan tiga prodi tersebut sama-sama memiliki profil lulusan sebagai pemimpin, peneliti pendidikan dengan kemampuan analisis kebijakan yang unggul sebagai magister maupun doktor.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala Mas Aryansyah mengimbau agar kepala sekolah, pengawas, guru-guru dan tenaga kependidikan untuk memanfaatkan kesempatan yang terbuka dari ULM ini dalam meningkatkan mutu pendidikan di Batola.
Apalagi ketiga program studi yang ditawarkan memiliki akreditasi Unggul, sehingga memberikan jaminan akan menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi bagi pendidikan di daerah.
Pewarta: FirmanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026