Selamat dan sukses kepada saudari Ratna Purwanti atas pencapaian istimewa ini, kami sangat bangga

Banjarbaru (ANTARA) - Dr Ratna Purwanti, SPd, MPd, Doktor Administrasi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil menjadi lulusan terbaik pada gelaran Wisuda ke-130 tahun 2026 dengan nilai Summa Cumlaude Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 alias pencapaian akademik sempurna.

"Selamat dan sukses kepada saudari Ratna Purwanti atas pencapaian istimewa ini, kami sangat bangga," kata Koordinator Program Studi Administrasi Pendidikan Program Doktor (S3) ULM Prof Ahmad Suriansyah di Banjarbaru, Kamis.

Pria yang akrab disapa Prof Sur itu mengatakan Ratna secara konsisten meraih nilai A di semua mata kuliah dengan lama studi 2 tahun 8 bulan, sehingga layak mendapatkan kehormatan tertinggi dalam kelulusan akademik.

Puncaknya, Ratna mampu mempertahankan disertasi berjudul Manajemen Kurikulum Terintegrasi Pendidikan Karakter Lokal di hadapan penguji pada 10 Februari 2026 lalu.

Pada wisuda kali ini yang mengukuhkan 1.053 lulusan termasuk 11 orang Program Doktor memang terbilang begitu spesial bagi S3 Administrasi Pendidikan ULM lantaran empat mahasiswanya pada angkatan pertama tahun akademik 2023 diwisuda secara bersamaan.

Selain Ratna Purwanti, tiga orang lainnya yakni Dr Celia Cinantya, S.Kom.,M.Pd, Dr Halimatussa’diyah MPd serta Dr Mujiyat juga dikukuhkan sebagai wisudawan lulus dengan nilai cumlaude.

Prof Sur berharap capaian terbaik pada angkatan pertama itu dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk bisa meraih hasil serupa.

"Harapan besarnya tentu lulusan Administrasi Pendidikan bisa berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia," ucapnya.

Dia pun mengajak masyarakat yang ingin studi lanjut bisa bergabung di Program Pascasarjana ULM yang di antaranya menawarkan Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Magister Administrasi Pendidikan dan Program Doktor Administrasi Pendidikan.

ULM menawarkan pola baru berupa Hybrid Learning. Jadi mereka kuliah tidak harus hadir ke kampus tetapi bisa hadir, ujian dan lain-lain melalui fasilitas dalam jaringan (daring).

Sehingga dengan pola Hybrid Learning kekhawatiran guru meninggalkan tugas atau terjadi kekosongan mengajar tidak terjadi.   

"Kami juga menerapkan model baru dengan pendampingan, sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang lulusnya berlarut-larut," jelasnya. 

Prof Sur menegaskan peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah melalui studi lanjut menjadi sangat krusial untuk menyokong kemajuan pendidikan bagi peserta didik.

"Tidak ada sekolah yang hebat tanpa guru dan kepala sekolah yang hebat, artinya prestasi siswa pasti dipicu pola pembelajaran yang diterapkan guru dan kepemimpinan kepala sekolah," katanya.

Prof Sur sendiri menjadi jaminan kualitas penyelenggaraan perkuliahan di ULM.

Dia merupakan dosen berprestasi menduduki peringkat 32 dunia peneliti terbaik di bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berdasarkan AD Scientific Index tahun 2025.

Sebagai pakar pendidikan nasional, dia menerima anugerah ISMAPI Award 2025 kategori ISMAPI Scientist pada konferensi internasional dan Mukernas Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMAPI) di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat.

ISMAPI Award diberikan atas prestasinya menghasilkan total 286 artikel nasional dan internasional dalam tiga tahun terakhir termasuk 13 buku dan 4.421 sitasi.



Pewarta: Firman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026