Batulicin (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Ditjenpas Kalsel) melakukan tindakan aksi nyata mewujudkan ketahanan pangan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu.
Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel Mulyadi di Batulicin, Rabu, mengatakan berbagai program di Lapas Batulicin baru diresmikan, salah satunya adalah kemandirian pangan.
"Pertanian, perkebunan dan peternakan menjadi program andalan di Lapas Batulicin untuk memenuhi kebutuhan pangan para warga binaan," katanya.
Dia mengatakan, kebutuhan pangan seperti sayur, daging ayam, telur dan yang lainnya terpenuhi dari hasil kebun binaan lapas itu sendiri.
Bahkan, ada beberapa pedagang dari luar membeli sayur dari Lapas Batulicin untuk dijual kembali ke pasar Tanah Bumbu.
Menurut Mulyadi, keberhasilan program ketahanan pangan di Lapas Batulicin tidak lepas dari peran pemerintah daerah dan para Kepala Lapas yang pernah menjabat di Tanah Bumbu dalam membawa program kemandirian pangan.
Menariknya lagi, di dalam Lapas tersebut juga terdapat pusat jajanan serba ada atau dijuluki sebagai (Mandora 37 Pujasera).
"Ini sebuah pusat kegiatan wirausaha terintegrasi yang meliputi mini market, aneka makanan dan minuman, pangkas rambut, depot isi ulang air, produksi es kristal, jasa menjahit, dan cuci pakaian," terangnya.
Mulyadi menilai, program ini sejalan dengan visi pemasyarakatan untuk membina warga binaan menjadi individu yang mandiri dan siap kembali ke masyarakat.
Lapas Batulicin telah membuktikan, dengan kreativitas dan pengelolaan yang baik, keterbatasan sumber daya bukanlah halangan.
"Saya mengapresiasi kerja luar biasa para jajaran Lapas Batulicin yang mampu mengubah wajah lapas dengan berbagai fasilitas modern dan program yang produktif menuju kemandirian pangan," tutupnya.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026