Banjarmasin (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin melakukan pemeriksaan ketat koper Jemaah Calon Haji (JCH) Kloter 11 asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, pada Jumat.
Pemeriksaan ini bertujuan memastikan barang bawaan jemaah sesuai regulasi penerbangan internasional demi keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan menuju tanah suci.
Kasi Bina Haji dan Umrah Kemenag HSU, Hj Dwi Hariyati menjelaskan, petugas masih menemukan bahan mentah dan barang elektronik berbahaya dalam bagasi.
"Barang yang sifatnya bisa berkembang atau kategori bibit tanaman dilarang keras masuk koper demi mencegah potensi organisme pengganggu tumbuhan," ujar Dwi.
Dwi menambahkan bahwa larangan juga berlaku bagi perangkat elektronik seperti power bank yang seharusnya diletakkan di dalam tas kabin, bukan bagasi.
Baca juga: Gelombang II keberangkatan JCH Embarkasi Banjarmasin mulai Kloter 10
"Power bank tidak diperkenankan masuk ke bagasi demi keselamatan penerbangan, barang temuan tersebut terpaksa dikeluarkan dan diserahkan kembali kepada petugas," tambahnya.
Dwi mengapresiasi jemaah yang kini mulai patuh dengan tidak lagi membawa peralatan masak listrik seperti rice cooker atau blender ke pesawat.
"Kami mengapresiasi kepatuhan jemaah, meskipun edukasi tetap kami lakukan secara masif agar semua sesuai regulasi yang berlaku saat ini," ujar.
Melalui sterilisasi ini, diharapkan seluruh jemaah asal HSU dapat berangkat dengan aman serta fokus menjalankan ibadah haji dengan tenang tanpa kendala.
Baca juga: 332 calon jamaah haji asal HST dijadwalkan berangkat 11 Mei
Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L PEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026