Banjarmasin (ANTARA) - Ustadz Haji Ahmad Zaruqi Haderawi atau Walad Haderawi dalam tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemurus Permai Banjarmasin Selatan menekankan kejujuran bagi kaum Muslim. 

"Jujur itu, baik dengan sasama manusia dan terlebih kepada Allah SWT. Karena Allah menyenangi orang yang jujur dan mengetahui orang yang tidak jujur," ujar Ustadz Walad Haderawi dalam tausyiahnya, sesudah shalat Subuh, Senin. 

Ustadz Walad Haderawi menekankan kejujuran tersebut dalam kajian rutin Kalam Ibnu Athaillah Askandari, seorang ahli sufi/tarekat dalam dunia Islam asal Mesir pada sekitar abad XII. 

Ustadz yang pernah mondok di Hadramaut Yaman tersebut menambabkan, bahwa jujur itu pasti menyampaikan yang benar dan amanah. 

Menurut dia, ketidakjujuran itu karena tidak muraqabah (muraqabah adalah keyakinan mendalam bahwa Allah SWT senantiasa mengawasi, melihat, mendengar, dan mengetahui segala perbuatan serta isi hati seorang hamba di mana pun dan kapan pun).

"Fenomena ketidakjujuran tersebut menggejala dslam masyarakat dengan kemajuan informasi teknologi antara lain melalui handphone (HP) atau telepon genggam yang mungkin tanpa sadar," ujarnya. 

Baca juga: Ustadz H Walad Haderawi ungkap tawassul kefakiran

Ustadz Walad Haderawi memberi contoh dengan menghilangkan centang dua atau biru apapun alasannya, tanpa disadari sama dengan ketidakjujuran. 

"Pasalnya orang yang me-WA dengan harapan dibaca oleh yang menerima WA tersebut," demikian Ustadz HA Razuqi Haderawi.

Ustadz HA Razuqi saat tausyiah di Masjid Al Falah Komplek Bumi Pemutus Permai Banjarmasin Selatan, sesudah shalat Subuh, Senin (27/4/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026