Rantau (ANTARA) - Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar pelatihan bordir bagi 80 peserta guna meningkatkan keterampilan dan kualitas produk industri kecil dan menengah (IKM) di daerah tersebut.
Kepala Bidang Industri Logam dan Aneka Henny Herlena mengatakan, pelatihan bordir ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis keterampilan masyarakat.
“Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis sekaligus mendorong inovasi produk bordir agar memiliki daya saing lebih luas,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Senin.
Ia menjelaskan, peserta terdiri atas pelaku IKM penjahit, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum yang memiliki minat di bidang bordir.
Baca juga: GOW Tapin dorong perempuan desa kembangkan usaha kecantikan
"Materi pelatihan meliputi teknik dasar bordir manual dan mesin, pengembangan desain dan pola inovatif, aplikasi bordir pada kain Sasirangan, hingga tahap penyelesaian (finishing)," kata Henny.
Menurut Henny, penguatan keterampilan teknis perlu diiringi dengan kreativitas desain agar produk lokal tidak hanya bernilai jual, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif.
"Pelatihan bordir didanai melalui DPA Perubahan Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin tahun 2026," ucapnya.
Ia berharap, pelatihan bordir berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas produk serta pendapatan peserta, sekaligus memperluas peluang usaha di sektor ekonomi kreatif daerah.
Baca juga: Pemkab Tapin perkuat inovasi tingkatkan pelayanan publik
Pewarta: Muhammad Rastaferian PasyaEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026