Stunting merupakan indikator kualitas sumber daya manusia di masa depan yang memengaruhi produktivitas generasi mendatang,
Amuntai (ANTARA) - Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan Sahrujani menghadiri kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting bertempat di Aula Dr. KH. Idham Khalid, Kota Amuntai, pada Kamis.
Kegiatan ini guna menyusun perencanaan pembangunan yang terarah untuk mempercepat penurunan angka stunting di seluruh wilayah daerah.
Sahrujani menjelaskan bahwa kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis merupakan tantangan serius bagi kualitas sumber daya manusia.
"Stunting merupakan indikator kualitas sumber daya manusia di masa depan yang memengaruhi produktivitas generasi mendatang," katanya.
Sahrujani menambahkan bahwa penyebab masalah ini kompleks sehingga memerlukan penanganan dari berbagai sektor pembangunan, bukan hanya dari sisi kesehatan.
"Penyebab stunting bersifat multidimensional, menuntut kolaborasi lintas sektor melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," jelasnya.
Baca juga: Seleksi Gita Bahana Nusantara HSU 2026 jaring talenta muda
Dia juga meminta seluruh jajaran memperkuat komitmen agar intervensi yang direncanakan dapat menyasar kelompok prioritas dengan data yang akurat.
"Intervensi diharap dapat menyasar kelompok prioritas, terutama ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting melalui sinergi kuat antar sektor terkait," ujarnya.
Terakhir, dia menginginkan forum ini hasilkan solusi yang berdampak nyata bagi kesehatan masyarakat HSU.
"Melalui forum ini, saya berharap dihasilkan rumusan program yang terarah serta mampu berikan dampak nyata dalam penurunan angka stunting," pungkasnya.
Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L PEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026