Kami mengajak camat dan lurah untuk melihat dan belajar langsung pengelolaan sampah sehingga dapat membawa perubahan nyata sistem pengelolaan sampah,"
Banjarbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan keseriusan membenahi pengelolaan sampah dengan mempelajari sistem modern yang diterapkan di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta.
Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby memimpin langsung rombongan yang
meninjau berbagai model pengelolaan sampah terintegrasi mulai pemilahan di tingkat rumah tangga hingga pengolahan akhir bernilai ekonomi.
"Kami mengajak camat dan lurah untuk melihat dan belajar langsung pengelolaan sampah sehingga dapat
membawa perubahan nyata sistem pengelolaan sampah," ujar wali kota melalui keterangan tertulis, Ahad.
Menurut Lisa, kunjungan itu menjadi pengalaman, wawasan dan ilmu yang bisa implementasikan di Banjarbaru menyesuaikan karakteristik wilayah masing-masing dan terus berinovasi dalam pengelolaan sampah.
Lisa menekankan, kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah terletak pada perubahan perilaku masyarakat, khususnya memilah sampah sejak dari sumbernya yakni di lingkungan rumah sendiri.
"Gerakan ini harus didorong bersama karena tidak bisa dikerjakan individu tetapi membutuhkan dukungan lurah camat memberdayakan masyarakat mengubah perilaku memilah sampah dimulai dari sumbernya," ucap Lisa.
Rangkaian kunjungan diawali di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara pada Sabtu (4/4) di mana rombongan mendapat paparan terkait roadmap pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Pusat Edukasi KIE Recycle Business Unit (RBU) menggabungkan fungsi edukasi dan pengolahan sampah kering serta daur ulang juga melihat pengelolaan sampah jadi nilai tambah ekonomis.
Baca juga: DPRD Banjarmasin bantu bangun kesadaran masyarakat untuk pilah sampah
Kunjungan juga ke kawasan ProKlim RW 01 Tugu Utara yang menampilkan berbagai inovasi berbasis masyarakat, seperti budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), produksi pelet dari sampah, hingga sistem fermentasi melalui drop point bambu.
Selain itu, rombongan meninjau RDF Plant Rorotan yang mampu mengolah sekitar 2.500 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF), melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Shanty Eka Septiani yang juga mendampingi rombongan mengatakan akan segera menyusun langkah konkret pasca kunjungan tersebut.
"Setiap kelurahan akan memetakan jumlah penduduk hingga tingkat RW, termasuk perkiraan sampah organik dan anorganik. Kami akan memulai dari beberapa rumah terlebih dahulu untuk pemilahan sampah," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026