Ambon (ANTARA) - Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku pada Minggu, (30/3) dinihari tidak menimbulkan dampak kerusakan.
"Yang terasa hanyalah getaran gempa yang cukup kuat, namun sejauh ini tidak ada laporan kerusakan bangunan ataupun korban jiwa," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya Jemmy Lico yang dihubungi dari Ambon, Minggu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pada Minggu dinihari pukul 01:38:32 WIB terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5.
Pusat gempa berada di laut berjarak 48 kilometer dari utara Kabupaten Maluku Barat Daya pada posisi 7,33 derajat Lintang Selatan (LS) dan 127,89 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 141 km.
Baca juga: Gempa M5,6 di Simeulue akibat subduksi Lempeng Indo-Australia
Wilayah yang dirasakan adalah Tiakur (Pulau Moa) yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Maluku Barat Daya yang berkisar antara IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI).
BMKG dalam rilisnya juga tidak menyebutkan adanya potensi gelombang tsunami pascagempa di wilayah terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste tersebut.
"Gempa ini terjadi dinihari di saat kebanyakan orang masih tertidur, namun mendadak terbangun dan berlarian ke luar rumah untuk mencari tempat yang lebih terbuka ketika merasakan guncangan gempa," ujar Jemmy.
Selanjutnya BPBD melakukan pemantauan ke berbagai pulau di wilayah Kabupaten MBD dan tidak ada laporan terjadinya kerusakan bangunan atau pun korban jiwa baik luka-luka atau pun meninggal dunia.
Baca juga: Gempa mag 5,7 guncang Lebong Bengkulu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gempa M6,5 guncang Maluku Barat Daya pada Minggu
